Bupati Lamongan Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Kondusifitas Daerah

- Redaksi

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran Forkopimda dan Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat KH Abdul Ghofur saat menyampaikan imbauan menjaga kondusifitas daerah di Lamongan, Minggu (31/8/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran Forkopimda dan Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat KH Abdul Ghofur saat menyampaikan imbauan menjaga kondusifitas daerah di Lamongan, Minggu (31/8/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan daerah. Pesan itu disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lamongan serta Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat, KH Abdul Ghofur, pada Minggu (31/8) malam.

Ajakan tersebut muncul menyusul maraknya aksi demonstrasi di berbagai wilayah tanah air yang tak jarang berujung anarkis. Menurut Yuhronur, fenomena itu harus dijadikan pelajaran agar Lamongan tetap terjaga dari potensi kericuhan.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya agar kondisi keamanan dan ketertiban bisa terjaga dengan baik. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama saling menjaga Lamongan agar tetap kondusif, terhindar dari segala bentuk anarkisme,” ujar Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes.

Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD Lamongan selalu terbuka terhadap kritik maupun aspirasi dari masyarakat. Namun, penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan dengan cara konstruktif tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Kami menyambut baik setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Tetapi tentu harus dilakukan secara baik, tertib, dan tidak disertai tindakan anarkis. Karena anarkisme justru akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Pesan senada juga datang dari kalangan ulama. Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat, KH Abdul Ghofur, mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga demi terciptanya kedamaian di Kabupaten Lamongan. Menurutnya, menjaga keharmonisan di daerah bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Masyarakat Lamongan harus tetap hidup rukun. Dengan menjaga kota tercinta ini, berarti kita juga turut menjaga Indonesia,” tutur KH Abdul Ghofur.

Forkopimda Lamongan turut mendukung ajakan tersebut. Mereka menilai keamanan daerah tidak bisa hanya ditopang aparat, melainkan harus menjadi komitmen bersama seluruh warga. Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, Lamongan diyakini mampu tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman.

Ajakan ini juga menjadi pengingat bahwa dinamika politik maupun sosial harus dikelola dengan kepala dingin. Perbedaan pandangan, menurut para pemimpin daerah, adalah hal wajar dalam demokrasi, asalkan disalurkan melalui jalur yang tepat dan tidak merugikan orang lain.

Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan “Kota Soto”, Lamongan memiliki tradisi sosial dan budaya yang kuat dalam menjaga kebersamaan. Modal tersebut diharapkan menjadi benteng utama agar masyarakat tetap mengedepankan musyawarah dan saling menghargai dalam menyampaikan pendapat.

Dengan seruan bersama dari pemerintah daerah, legislatif, aparat keamanan, dan kalangan pesantren, harapannya Lamongan bisa menjadi contoh daerah yang mampu menjaga kondusifitas meski situasi nasional tengah bergejolak.

“Kalau semua pihak ikut menjaga, InsyaAllah Lamongan akan tetap damai, aman, dan menjadi rumah yang nyaman bagi kita semua,” pungkas Bupati Yuhronur.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru