Busana Khas Lamongan Tampil di AKI 2025, Putra Daerah Raih Anugerah Nasional

Kamis, 18 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diaz Nawaksara tampil dengan Busana Khas Lamongan saat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Diaz Nawaksara tampil dengan Busana Khas Lamongan saat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Busana Khas Lamongan (BKL) mencuri perhatian dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (16/12) malam. Kehadiran busana daerah tersebut tampil bersamaan dengan momen penganugerahan bagi Diaz Nawaksara, delegasi Kabupaten Lamongan, yang menerima penghargaan kategori Pelopor dan Pembaharu Kebudayaan.

BKL dikenakan Diaz saat naik ke panggung nasional, menjadikannya bukan sekadar atribut personal, tetapi simbol identitas budaya Lamongan yang diperkenalkan langsung di hadapan publik nasional. Penampilan tersebut menegaskan bahwa busana tradisional masih relevan sebagai medium diplomasi budaya di ruang kebudayaan modern.

Diaz Nawaksara dinilai layak menerima AKI 2025 atas dedikasinya dalam membaca, menulis, dan mendigitalisasi aksara-aksara kuno Nusantara. Putra Lamongan yang berdomisili di Desa Dagan, Kecamatan Solokuro ini selama bertahun-tahun aktif menggerakkan literasi aksara tradisional dan sejarah lokal melalui pendekatan komunitas dan pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lamongan, Purnomo, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami bangga Busana Khas Lamongan dapat tampil di ajang kebudayaan nasional. Kiprah Mas Diaz sebagai pelopor budaya Nusantara sangat nyata dan konsisten, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujar Purnomo.

Sebagai Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI) Lamongan, Diaz aktif mendampingi komunitas budaya dan literasi, termasuk mengembangkan aplikasi dan laman digital sebagai sarana penguatan literasi aksara Nusantara bagi generasi muda.

Penghargaan AKI 2025 ini melengkapi prestasi sebelumnya. Pada 2024, Diaz juga menerima Apresiasi Insan Pancasila dari BPIP RI atas kontribusinya dalam pelestarian aksara Nusantara sebagai simbol persatuan dan kebhinekaan.

Capaian ini diharapkan mendorong perhatian dan dukungan yang lebih luas terhadap pelestarian kebudayaan, sekaligus memperkuat posisi Lamongan dalam peta kebudayaan nasional.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Berita Terbaru