Dana Desa Disorot, BPK Turun Tangan Cegah Penyimpangan di Pasuruan

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pengelolaan dana desa kembali menjadi sorotan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI bersama DPR RI turun langsung ke Pasuruan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah potensi penyimpangan anggaran di tingkat desa.

Ratusan kepala desa dikumpulkan dalam sosialisasi akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kota Pasuruan, Kamis (30/4). Langkah ini dinilai penting mengingat besarnya anggaran yang mengalir ke desa dan risiko penyalahgunaan yang masih menjadi perhatian publik.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa dana desa merupakan instrumen utama pembangunan dari level paling bawah. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, program ini berpotensi menimbulkan masalah hukum.

“Uang negara harus dikelola sesuai standar keuangan. Sosialisasi ini penting agar kepala desa memahami aturan dan tidak salah langkah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan dana desa terus mengalami penyesuaian. Tahun ini, fokus penggunaan diarahkan pada program prioritas nasional, termasuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal.

Perubahan skema ini, menurutnya, menuntut aparatur desa untuk lebih adaptif dan memahami arah kebijakan pemerintah pusat. Tanpa pemahaman yang kuat, implementasi program dikhawatirkan tidak tepat sasaran.

Kepala BPK Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, menekankan pentingnya transparansi sejak tahap perencanaan hingga pelaporan. Ia menyebut akuntabilitas sebagai kunci utama menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menilai kegiatan ini krusial untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa. Ia mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab inspektorat, tetapi juga camat di wilayah masing-masing.

“Sinkronisasi program dari pusat hingga desa harus dipahami. Camat harus aktif memantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dari sisi dampak, penguatan pengawasan dana desa diharapkan mampu mencegah kebocoran anggaran sekaligus memastikan program berjalan efektif. Bagi masyarakat, hal ini berarti pembangunan desa yang lebih tepat sasaran, peningkatan ekonomi lokal, dan layanan publik yang lebih baik.

Dengan pengawalan ketat, pemerintah berharap dana desa benar-benar menjadi solusi, bukan sumber persoalan baru di tingkat akar rumput.

“Yang terpenting, manfaatnya harus kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru