LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan keseriusannya mendorong ekspor daerah melalui gelaran Lamongan EXPOrtiva 2026 Batch 3 yang berlangsung pada 10–14 Juni 2026. Dalam agenda ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau Bupati Yes secara resmi melepas lima truk kontainer berisi produk unggulan Lamongan dari GOR Lamongan, Rabu (10/6/2026).
Pelepasan kontainer ekspor tersebut menjadi penanda bahwa produk lokal Lamongan kian mendapat ruang di pasar internasional. Komoditas yang diberangkatkan terdiri dari produk olahan ikan PT Bumi Menara Internusa, alas kaki produksi PT Buildyet Indonesia dan PT Shoetown Mustika Indonesia, furnitur PT Quality Works, serta produk UMKM unggulan seperti Tenun Ikat Paradila, Koko Nono, Tikar Ansa, dan Kirana Food.
Dari Lamongan, kontainer-kontainer itu selanjutnya dikirim ke berbagai negara tujuan, antara lain Amerika, Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Sementara produk perwakilan UMKM diarahkan ke Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Dubai, hingga Somalia.
Bupati Yuhronur Efendi mengatakan, meningkatnya aktivitas ekspor menjadi bukti bahwa ekonomi daerah masih bergerak positif meski tantangan global terus berubah.
“Ini membuktikan bahwa kegiatan ekonomi di negeri kita, geliat ekonomi di Jawa Timur, geliat ekonomi di Kabupaten Lamongan ini menunjukkan dinamika yang cukup baik. Kabupaten Lamongan secara angka ekspor yang kita lakukan semakin tahun semakin naik,” ujar Yuhronur.
Ia menegaskan, tren tersebut menunjukkan bahwa Lamongan memiliki banyak potensi yang bisa terus dikembangkan untuk memperkuat perdagangan luar negeri sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Di sisi lain, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Asep Munandar, menilai Lamongan EXPOrtiva menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekspor yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Asep juga menyoroti peran fasilitas kepabeanan seperti kawasan berikat yang dinilai memberi dampak langsung pada industri dan tenaga kerja. Ia menyebut empat perusahaan penerima fasilitas tersebut telah memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah.
“Dalam catatan kami hingga Mei 2026, perusahaan-perusahaan tersebut telah berhasil menyerap 12.017 tenaga kerja Indonesia dan menghasilkan devisa ekspor sebesar lebih dari Rp965 miliar,” kata Asep.
Menurutnya, capaian itu memberi efek berantai yang besar, mulai dari tingginya nilai ekspor, bertambahnya lapangan kerja, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi daerah dan penerimaan devisa negara.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, melaporkan bahwa kegiatan Lamongan EXPOrtiva diikuti 22 tenant yang menampilkan 15 program prioritas Kabupaten Lamongan. Selain itu, hadir pula berbagai layanan dari lembaga eksternal seperti Export Center Surabaya dan Bea Cukai Gresik, serta 60 tenant produk jasa dan UMKM Lamongan.
Anang berharap kegiatan ini dapat membuka jalan lebih luas bagi pelaku usaha lokal agar naik kelas dan lebih siap bersaing di pasar internasional.
“Harapannya dapat memfasilitasi para pelaku industri untuk semakin mengembangkan usahanya di kancah internasional,” ujarnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar