Darurat Lahan TPA, Pemkab Pasuruan Gandeng Swasta Terapkan Teknologi RDF

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan MoU pengelolaan sampah antara Pemkab Pasuruan dan PT RWM, Kamis (16/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penandatanganan MoU pengelolaan sampah antara Pemkab Pasuruan dan PT RWM, Kamis (16/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengambil langkah tegas menghadapi krisis lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan menggandeng PT Republic Waste Management (RWM). Kerja sama ini difokuskan pada penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan MoU di Kantor Bupati Pasuruan, Kamis (16/4/2026). Langkah ini dinilai mendesak, mengingat metode pengelolaan sampah konvensional sudah tidak lagi mampu menampung lonjakan volume sampah harian.

Bupati Pasuruan, Mas Rusdi, mengakui sistem yang selama ini dijalankan belum optimal. Kendala teknis pada program TPS3R hingga larangan pembakaran sampah akibat regulasi ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi faktor utama perlunya terobosan baru.

“Saya sudah tugaskan Kepala DLH untuk mengurai persoalan ini. Solusinya adalah teknologi RDF, sehingga sampah yang masuk ke TPA bisa dikelola hingga habis atau zero waste,” ujar Mas Rusdi.

Penerapan RDF memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga tidak hanya mengurangi volume, tetapi juga memberi nilai ekonomi. Selain itu, Pemkab Pasuruan juga akan menerapkan metode landfill mining untuk mengatasi tumpukan sampah lama yang selama ini membebani kapasitas TPA.

Kebijakan ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan publik. Penumpukan sampah yang selama ini berpotensi menimbulkan pencemaran dan penyakit diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Mas Rusdi menegaskan, keterbatasan lahan menjadi alasan utama percepatan kebijakan ini. “Menambah lahan TPA sekarang sangat sulit, baik dari sisi anggaran maupun regulasi. Karena itu, teknologi menjadi satu-satunya jalan keluar,” tegasnya.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah modern, sekaligus menjawab kebutuhan layanan publik yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru