Desa Wisata Pecinan Kranggan Digenjot, Semarang Bidik Destinasi Baru

Senin, 13 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Disbudpar Kota Semarang saat melakukan pendampingan di Pecinan Kranggan, Senin (13/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Jajaran Disbudpar Kota Semarang saat melakukan pendampingan di Pecinan Kranggan, Senin (13/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Kawasan Pecinan Kranggan di Kota Semarang mulai dipersiapkan menjadi desa wisata berbasis budaya. Langkah ini ditandai dengan pendampingan intensif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bersama Forum Komunikasi Pokdarwis tingkat kota.

Program tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam mendorong kawasan bersejarah itu berkembang sebagai destinasi unggulan. Tidak hanya mengandalkan potensi komunitas, pengembangan dilakukan dengan konsep terarah, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi bagi warga.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari bersama jajaran turun langsung meninjau kesiapan kawasan Pecinan Kranggan. Dalam proses ini, sejumlah elemen masyarakat dilibatkan mulai dari pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

Mereka bersama-sama menyusun konsep wisata yang dinilai mampu menarik minat pengunjung. Beberapa fokus utama yang disiapkan antara lain paket wisata tematik, penataan kawasan, penguatan pelayanan wisatawan, serta pengembangan produk lokal khas Pecinan Kranggan.

Selain pembenahan fisik, promosi digital juga menjadi perhatian. Pemerintah mendorong pemanfaatan media sosial dan platform digital agar potensi kawasan lebih dikenal wisatawan lokal maupun luar daerah.

Ketua Pokdarwis Krabat Kelurahan Kranggan, Hengky, mengaku bangga dengan perkembangan tersebut. Menurutnya, kelompok yang baru terbentuk tahun lalu kini dipercaya ikut mempersiapkan desa wisata.

“Jujur kami kaget, karena Pokdarwis Krabat baru lahir tahun lalu, tetapi tahun ini sudah diarahkan menjadi desa wisata. Kami diminta bisa menjual satu hingga dua paket wisata, namun kami optimistis dapat menghadirkan empat sampai enam paket wisata tahun ini,” ujar Hengky.

Ia menjelaskan, paket wisata yang tengah disiapkan akan mengangkat kekhasan budaya Pecinan. Mulai dari wisata kuliner tradisional, sejarah kawasan, aktivitas budaya, hingga pengalaman interaksi langsung dengan masyarakat lokal.

Kepala Disbudpar Kota Semarang juga berharap pendampingan berkelanjutan mampu mempercepat realisasi program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan.

Pengembangan desa wisata dinilai menjadi strategi penting untuk memperluas sektor pariwisata Kota Semarang. Kehadiran destinasi baru berbasis budaya berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas lokal.

Bagi warga setempat, program ini dapat membuka peluang usaha baru melalui sektor kuliner, kerajinan, jasa pemandu wisata, hingga homestay. Selain ekonomi, nilai sejarah dan budaya Pecinan Kranggan juga berpeluang lebih terjaga.

Pemerintah berharap Pecinan Kranggan mampu tumbuh menjadi ikon wisata baru di Semarang. Dengan dukungan warga dan pendampingan yang konsisten, kawasan ini diproyeksikan memberi manfaat ekonomi sekaligus melestarikan warisan budaya turun-temurun.

Penulis : Oki

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan
Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan
Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan
Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur
Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien
Polsek Tikung Pantau Panen Biji Kangkung, Dorong Warga Lamongan Perkuat Ketahanan Pangan
Di Hadapan Ribuan Jamaah Suko, Bupati Subandi Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan
Pasuruan Woman’s Run 2026 di Taman Dayu, Pelari 12 Tahun Tuntaskan 5K dalam 18 Menit 13 Detik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:49

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan

Selasa, 15 September 2026 - 16:04

Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan

Selasa, 15 September 2026 - 15:32

Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan

Senin, 14 September 2026 - 13:45

Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur

Senin, 14 September 2026 - 13:38

Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien

Berita Terbaru