Viral di TikTok, ‘Hujan’ Versi April DA7 Hidupkan Lagu Lama dan Seret Generasi Baru

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan April DA7 saat membawakan lagu “Hujan” dalam konser Indosiar, Sabtu (12/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penampilan April DA7 saat membawakan lagu “Hujan” dalam konser Indosiar, Sabtu (12/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Fenomena viral kembali terjadi di ruang digital. Lagu “Hujan” yang dipopulerkan Erie Suzan mendadak kembali populer setelah dibawakan ulang oleh April DA7 dalam konser televisi nasional di Indosiar, dan menyebar luas melalui TikTok.

Lonjakan popularitas ini bukan sekadar tren hiburan. Ia menunjukkan bagaimana platform digital kini berperan besar dalam membentuk selera publik sekaligus menghidupkan kembali karya lama yang sempat meredup.

Dalam penampilannya, April DA7 menghadirkan aransemen baru yang lebih lembut dan emosional. Ia menambahkan improvisasi vokal, khususnya pada bagian reff, yang membuat lagu terasa lebih intim dan relevan bagi pendengar muda.

Tak butuh waktu lama, potongan lagu tersebut langsung digunakan ribuan kreator sebagai latar konten. Video bertema percintaan, patah hati, hingga refleksi pribadi membanjiri TikTok, memperluas jangkauan lagu ke generasi yang sebelumnya belum mengenalnya.

Rina, salah satu pengguna TikTok, mengaku tersentuh dengan interpretasi baru tersebut.
“Versi April ini terasa lebih personal dan dalam. Improvisasinya bikin merinding, seperti sedang mendengar kisah sendiri yang diwakili lewat lagu,” ujarnya.

Dampak serupa juga dirasakan oleh pendengar lain yang sebelumnya tidak familiar dengan lagu tersebut.
“Saya awalnya tahu dari TikTok, lalu jadi penasaran mencari versi aslinya. Ternyata memang lagu lama yang kuat secara lirik, tapi versi April membuatnya lebih segar dan mudah diterima,” kata Dimas.

Fenomena ini memperlihatkan dampak nyata terhadap industri musik dan perilaku konsumsi publik. TikTok tidak lagi sekadar platform hiburan, tetapi telah menjadi saluran distribusi efektif yang mampu mengangkat kembali karya lama ke arus utama.

Pengamat musik digital, Andi Prasetyo, menilai tren ini sebagai perubahan besar dalam pola promosi musik.
“Sekarang viralitas di media sosial bisa menentukan umur kedua sebuah lagu. Ini membuka peluang besar bagi karya lama untuk kembali relevan tanpa harus melalui jalur promosi konvensional,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan “Hujan” versi April DA7 juga menegaskan pentingnya kreativitas dalam pengemasan ulang karya.
“Aransemen baru yang adaptif dengan selera generasi saat ini menjadi kunci. Ini bukan sekadar cover, tetapi reinterpretasi yang memberi nilai tambah,” pungkasnya.

Hingga kini, tren penggunaan sound “Hujan” masih terus meningkat. Banyak kreator menghadirkan konsep konten baru, menandakan bahwa fenomena ini berpotensi bertahan lebih lama dan bukan sekadar viral sesaat.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru