LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus penganiayaan sadis yang menimpa seorang anak di bawah umur berinisial NAP, warga Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Kasus ini sempat menghebohkan masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan tidak sadarkan diri di kawasan Taman Telaga Dapur, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan Kota.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi (16/6/2025), saat warga setempat dikejutkan oleh temuan seorang remaja laki-laki yang tergeletak di taman dalam kondisi tubuh penuh luka dan nyaris tak bergerak. Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa korban sebelumnya menjadi sasaran penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga merupakan anggota gerombolan anak punk.
Korban diduga sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari lokasi penganiayaan dan menuju ke kawasan Taman Telaga Dapur yang tidak jauh dari titik kejadian. Dalam kondisi terluka parah dan kehilangan banyak tenaga, NAP akhirnya roboh dan tak sadarkan diri di lokasi tersebut hingga ditemukan oleh warga yang kemudian segera melapor ke pihak berwajib.
Menanggapi laporan tersebut, tim Satreskrim Polres Lamongan langsung melakukan penyelidikan intensif. Dalam waktu kurang dari 48 jam, polisi berhasil mengidentifikasi salah satu terduga pelaku. Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
“Sudah kami ungkap, dan sementara ini baru satu orang pelaku yang berhasil diamankan. Penanganan kasus masih kami kembangkan karena diduga kuat pelakunya lebih dari satu,” ungkap AKP Rizky saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (17/6/2025).
AKP Rizky menyebut, pelaku yang ditangkap berinisial DS (29), warga Lamongan. Ia berhasil diamankan di salah satu lokasi di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
“Pelaku berinisial DS berhasil kami tangkap di wilayah Gresik. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Lamongan,” lanjutnya.
Pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci motif penganiayaan maupun kronologi lengkap kejadian, karena masih dalam tahap pendalaman. Namun dugaan awal mengarah pada adanya unsur kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok tertentu, mengingat luka yang diderita korban cukup serius dan diduga akibat penganiayaan brutal.
Kasus ini menjadi sorotan masyarakat, terlebih karena melibatkan korban yang masih di bawah umur. Pihak keluarga korban berharap polisi segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap semua pelaku yang terlibat agar keadilan dapat ditegakkan.
Sementara itu, kondisi korban hingga kini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Pihak keluarga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media karena masih terpukul dengan kejadian tersebut.
Kapolres Lamongan melalui Kasatreskrim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga seluruh pelaku tertangkap.
“Kasus ini menjadi atensi kami, dan kami pastikan tidak ada pelaku yang akan lolos dari jerat hukum,” pungkas AKP Rizky.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar