JEMBER, RadarBangsa.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jember terus memperkuat kompetensi literasi digital tenaga pendidik melalui pelatihan bertajuk “Guru Cerdas Bermedia, Cermat Berkarya” di SMP Negeri 2 Mumbulsari, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya membekali guru agar mampu memanfaatkan media sosial secara bijak sekaligus menghasilkan karya yang berdampak positif bagi dunia pendidikan.
Pelatihan diikuti kepala sekolah dan guru lintas jenjang mulai PAUD, SD, SMP, MI hingga RA. Hadir pula Kepala Bidang SMP Disdik Jember M. Rido’i, Kepala SMPN 2 Mumbulsari Hermin Agustini, pegiat literasi dari Rumah Baca Safina Loka Puger, serta akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Eko Prasetyo, M.Si.Ikom., sebagai narasumber.
Kepala Bidang SMP Disdik Jember, M. Rido’i, menilai pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru menghadapi perkembangan media digital yang semakin pesat. Menurutnya, kemampuan bermedia secara cerdas kini menjadi bagian penting dalam tugas seorang pendidik.
“Kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk memberikan variasi pengalaman bagi Bapak/Ibu guru di masing-masing satuan pendidikan, khususnya terkait kecerdasan bermedia sosial dan cermat berkarya. Perkembangan media sosial saat ini tidak bisa kita hindari maupun batasi, sehingga kecerdasan dalam bermedia sosial menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Ia mengatakan literasi tidak lagi sekadar menjadi kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi indikator penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pengetahuan yang diperoleh para guru diharapkan dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga memberikan dampak positif terhadap peserta didik.
Kepala SMPN 2 Mumbulsari, Hermin Agustini, menyampaikan guru memiliki peran penting dalam mendampingi siswa menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Karena itu, pendidik dituntut mampu mengarahkan peserta didik agar cermat memilih informasi sekaligus menjaga karakter dan etika dalam bermedia.
“Guru harus menjadi garda terdepan untuk membersamai kemajuan zaman. Anak-anak bisa belajar dari mana saja, tetapi guru perlu tetap mendampingi agar karakter dan kesantunannya terjaga. Guru harus mampu memilah mana informasi yang benar untuk disiarkan, dan mana informasi keliru yang tidak perlu dibantu untuk disebarkan,” jelasnya.
Hermin menambahkan gerakan literasi digital tersebut sejalan dengan arahan dan Surat Edaran Bupati Jember untuk menyebarluaskan berbagai potensi dan kegiatan positif di daerah, khususnya di bidang pendidikan. Ia berharap para pendidik semakin terbuka membagikan praktik baik pembelajaran sehingga mampu menginspirasi sekolah lain.
“Ketika kita menyebarkan satu hal yang baik, lingkaran kebaikan itu akan menjadi gerakan yang meluas. Tidak hanya di Jember, tetapi dampaknya bisa sampai ke seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar