Disperinaker Bangkalan Gaspol Pemerataan Pelatihan Kerja

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Disperinaker Bangkalan bersama organisasi pemuda mengikuti forum konsultasi publik terkait perluasan akses pelatihan kerja. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Disperinaker Bangkalan bersama organisasi pemuda mengikuti forum konsultasi publik terkait perluasan akses pelatihan kerja. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Upaya pemerataan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Bangkalan memasuki fase baru. Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan menggandeng berbagai organisasi kepemudaan untuk memperluas jangkauan program pelatihan hingga ke pelosok desa. Langkah ini dinilai menjadi strategi penting mengatasi ketimpangan akses pelatihan yang selama ini lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Organisasi seperti Bangkalan Berbagi, HMI, Kopri PMII, Muslimat NU, dan GP Ansor kini menjadi mitra Disperinaker dalam menyebarkan informasi, melakukan pendataan, serta memobilisasi calon peserta di tingkat komunitas. Keterlibatan mereka dianggap efektif karena memiliki basis massa yang kuat dan dekat dengan kelompok warga yang selama ini sulit menjangkau fasilitas pelatihan.

Kepala Disperinaker Bangkalan, Jimmy Tri Sukmana, menyebut kolaborasi dengan pemuda sebagai model baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan. Menurut dia, pemuda memiliki posisi strategis untuk memastikan program pemerintah berjalan hingga tingkat penerima manfaat.

“Pelatihan berbasis kompetensi harus menyentuh mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat desa yang selama ini sulit mengakses informasi dan fasilitas pelatihan,” ujar Jimmy saat memimpin forum konsultasi publik, Selasa (18/11/2025).

Ia menambahkan, pelatihan yang disiapkan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan nonteknis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi lokal. Dengan pendekatan itu, peserta diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Jimmy optimistis model jemput bola melalui jaringan pemuda dapat berkontribusi menurunkan angka pengangguran. Selain memperluas akses, pola ini diharapkan menumbuhkan budaya pelatihan berkelanjutan di desa-desa.

“Dengan kerja sama ini, peluang kerja akan lebih mudah diakses, dan lebih banyak masyarakat yang bisa mengikuti pelatihan tanpa harus jauh-jauh ke kota,” katanya.

Pemerintah daerah menargetkan program pelatihan yang lebih inklusif dan merata. “Kami percaya, ketika akses keterampilan dibuka seluas-luasnya, maka kualitas hidup masyarakat Bangkalan akan ikut naik,” pungkas Jimmy.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru