Dorong Pertanian Modern, Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Tuban

Rabu, 23 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada perwakilan Gapoktan di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Senin (21/7/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada perwakilan Gapoktan di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Senin (21/7/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

TUBAN, RadarBangsa.co.id – Komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memodernisasi sektor pertanian kembali diwujudkan lewat penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di Kabupaten Tuban. Senin sore (21/7), Khofifah menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada 15 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak.

Bantuan yang dibagikan mencakup beragam jenis alsintan seperti cultivator, traktor roda dua, corn seller mobile, combine harvester berukuran besar, hingga power thresher multiguna. Seluruhnya disalurkan kepada Gapoktan dari sembilan kecamatan, termasuk Merakurak, Grabagan, Semanding, Soko, Parengan, Rengel, Bangilan, Jatirogo, dan Kerek.

Menurut Khofifah, modernisasi pertanian bukan lagi sekadar pilihan, tapi keharusan. Ia menyebut alsintan sebagai salah satu pilar penting yang akan mendorong efisiensi, produktivitas, dan ketahanan pangan di tengah tantangan global dan krisis iklim.

> “Pertanian modern adalah jalan menuju kedaulatan pangan. Kita butuh sistem yang efisien, kuat, dan mampu menggerakkan ekonomi desa. Alsintan menjadi katalisator menuju arah itu,” tegas Khofifah dalam sambutannya.

Khofifah juga menyinggung tiga pilar utama dalam pembangunan pertanian masa kini: efisiensi budidaya melalui teknologi dan alsintan, hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah, serta regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda.

Namun, ia mengingatkan bahwa modernisasi bukan hanya soal alat. Diperlukan ekosistem pertanian yang terintegrasi—mulai dari teknologi, pembiayaan, pendampingan, hingga akses pasar.

Khofifah mengapresiasi capaian pertanian Kabupaten Tuban. Pada 2024, Tuban mencatat produksi padi sebesar 523.067 ton gabah kering giling (GKG), atau setara 302.030 ton beras. Angka ini menempatkan Tuban sebagai salah satu daerah penyumbang padi terbesar di Jatim.

Tak hanya itu, Tuban juga menjadi produsen jagung tertinggi di provinsi ini, dengan total produksi mencapai 847.820 ton jagung pipilan kering.

“Ini buah dari kerja keras petani kita. Pemerintah wajib hadir untuk memastikan mereka tidak berjalan sendiri,” ujar Khofifah.

Secara keseluruhan, Jawa Timur tetap menjadi penyangga utama kebutuhan pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, provinsi ini menyumbang lebih dari 17 persen produksi padi nasional dan sekitar 30 persen produksi jagung nasional.

Bahkan, hingga 1 Juli 2025, produksi padi Jatim periode Januari–Agustus tercatat naik 11,78 persen menjadi 8,17 juta ton GKG. Sementara produksi jagung tumbuh 10,08 persen menjadi lebih dari 2,8 juta ton.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyoroti pergeseran petani Tuban dalam penggunaan pupuk, dari yang semula kimia kini mulai beralih ke pupuk organik. Ia menilai ini sebagai langkah yang sangat positif untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan tanah pertanian.

Selain fokus pada pertanian tanaman pangan, Khofifah mendorong pengembangan sektor pertanian lainnya. Termasuk produktivitas petani tebu, peternakan sapi perah untuk mendukung produksi susu, serta pemberdayaan peternak ayam.

“Jawa Timur menyumbang lebih dari separuh produksi gula nasional. Potensi Tuban dalam mendukung sektor ini sangat besar, apalagi jika kita bisa petakan titik-titik pengembangan tebu secara tepat,” jelasnya.

Untuk sektor susu, Khofifah mengungkapkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor—sekitar 79 persen kebutuhan nasional masih didatangkan dari luar. Padahal, Jatim sendiri sudah menyumbang sekitar 60 persen produksi susu nasional. Karena itu, ia mendorong Kabupaten Tuban turut ambil bagian dalam memperkuat sektor ini melalui pengembangan sapi perah.

Di akhir kegiatan, Khofifah mengingatkan pentingnya pengelolaan alsintan secara kolektif dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata alat, melainkan bagian dari investasi jangka panjang menuju pertanian yang kuat dan mandiri.

“Ini bentuk nyata kehadiran negara di tengah petani. Kita ingin pertanian menjadi kebanggaan, dan para petani hidup lebih sejahtera serta siap menghadapi masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas dukungan yang terus mengalir bagi para petani di wilayahnya.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Semoga alsintan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani, tidak hanya untuk kelompoknya tapi juga bisa membantu kelompok lain. Dan semoga Ibu Gubernur selalu diberi kekuatan dalam memimpin Jawa Timur,” ucap Bupati Lindra.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru