Dorong SDM Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045, Khofifah Gaungkan Kolaborasi Jatim-NTB

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima penyambutan budaya Reog saat menghadiri Forum Silaturahim Masyarakat NTB asal Jawa Timur, Selasa (8/7) malam di Mataram. | Dok Foto Adpim/Ho RadarBangsa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima penyambutan budaya Reog saat menghadiri Forum Silaturahim Masyarakat NTB asal Jawa Timur, Selasa (8/7) malam di Mataram. | Dok Foto Adpim/Ho RadarBangsa

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Dalam semangat memperkuat kontribusi daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat asal Jawa Timur yang menetap di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk ikut mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara kolektif dan berkelanjutan.

Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri Forum Silaturahim Masyarakat NTB asal Jawa Timur bertema Penguatan Pasar Antar Daerah, yang digelar di Prime Park and Convention Hotel, Mataram, Selasa (8/7) malam. Acara ini dihadiri para akademisi, guru besar, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat lintas daerah yang berasal dari Jatim.

“Kehadiran para guru besar malam ini memberi sinyal kuat bahwa kualitas SDM di NTB, terutama yang berasal dari Jatim, sudah pada level yang sangat membanggakan. Ini bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga potensi besar yang harus kita sinergikan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kemajuan SDM merupakan pondasi utama untuk membangun daya saing daerah secara inklusif. Hal itu menjadi kunci dalam menghadapi era digital dan bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada 2045.

Sebagai bentuk konkret peningkatan SDM, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur telah menjalin kerja sama dengan King’s College London yang difasilitasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang. Dalam kerja sama itu dibuka dua program pascasarjana unggulan: *Digital Economy dan Digital Feature.

“Program ini kami buka luas, termasuk bagi masyarakat NTB. Ini kesempatan emas untuk belajar langsung dari ekosistem pendidikan internasional. Kami ingin agar saudara-saudara kita di timur juga punya akses yang sama,” jelas Khofifah.

Ia menambahkan bahwa beasiswa dari LPDP telah disiapkan sebanyak 30 kursi tambahan dengan batas waktu pendaftaran sampai 24 Juli mendatang.

“Kami juga sudah bersurat dan bersinergi dengan PTN, PTS, PTKIN, dan kampus-kampus Islam swasta. Harapannya, tidak ada alasan untuk tertinggal dari transformasi digital ini,” imbuhnya.

Selain sektor pendidikan, Khofifah menekankan pentingnya integrasi antarwilayah sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Ia memaparkan adanya kerja sama lintas provinsi berupa pembukaan rute penyeberangan Long Distance Ferry (LDF) dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Lembar, NTB. Satu jalur alternatif lainnya juga dibuka dari Situbondo ke Lembar.

“Akses transportasi ini akan mempercepat arus barang, distribusi logistik, dan mobilitas orang antarprovinsi. UMKM, nelayan, dan pelaku industri kreatif bisa lebih mudah mengakses pasar luar daerah,” ujar Khofifah.

Menurutnya, konektivitas ini akan membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal di NTB dan Jatim untuk memperluas pasar dan efisiensi biaya logistik.

Lebih jauh, Khofifah juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi warga Jatim yang menetap di NTB. Ia menilai, diaspora Jatim telah banyak memberikan warna positif dalam pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya.

“Kita ini satu nusa satu bangsa. Saudara-saudara saya di NTB yang berasal dari Jatim punya peran penting sebagai jembatan peradaban dan penghubung antardaerah. Mari kita jaga semangat kolaborasi ini,” tegas Khofifah.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Jatim di NTB, Prof. Ahmad Kamil, turut menyampaikan dukungannya terhadap ajakan Gubernur Khofifah.

“Kami siap bersinergi, terutama dalam bidang pendidikan dan pelatihan SDM. Apa yang dilakukan Ibu Gubernur sangat tepat dalam menjawab tantangan masa depan,” ucapnya.

Forum silaturahim ini menjadi simbol penguatan jejaring daerah yang inklusif, sekaligus upaya membangun konektivitas antarprovinsi berbasis semangat gotong royong menuju Indonesia Emas 2045.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru