SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar guna memastikan stabilitas harga sembako menjelang Ramadan 1447 H dan perayaan Imlek 2026. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan kebutuhan bahan pokok.
Sidak dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Surabaya dan sekitarnya dalam sepekan terakhir. Dari hasil pemantauan lapangan, ditemukan adanya kenaikan harga pada komoditas telur ayam ras dan daging ayam. Selain itu, stok minyak goreng rakyat merek Minyakita terpantau menurun dalam dua pekan terakhir, yang berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat konsumen apabila distribusi tidak segera diperkuat.
Lia Istifhama menilai kehadiran langsung gubernur di pasar menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi responsif terhadap dinamika harga. “Langkah Ibu Gubernur turun langsung memantau harga dan stok adalah bentuk keberpihakan pada masyarakat. Stabilitas sembako menjelang Ramadan dan Imlek menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya di Surabaya, Senin (17/2/2026).
Khofifah menjelaskan, peningkatan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun. Ketika permintaan melonjak sementara pasokan belum bertambah, harga cenderung terdorong naik. Karena itu, intervensi distribusi dinilai menjadi kunci utama.
“Dalam dua pekan terakhir suplai Minyakita memang mengalami penurunan. Kami sudah berkoordinasi dengan distributor dan meminta agar distribusinya segera ditingkatkan,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan produsen, distributor, serta Satgas Pangan untuk memastikan pasokan telur, daging ayam, dan minyak goreng kembali normal sebelum memasuki awal Ramadan. Upaya tersebut meliputi percepatan distribusi, pengawasan rantai pasok, hingga pemantauan harga harian di pasar-pasar utama.
Sementara itu, harga daging sapi di Surabaya dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur relatif stabil. Beberapa komoditas pokok seperti beras dan gula juga terpantau dalam kondisi aman, meski tetap dilakukan pengawasan berkala untuk mencegah spekulasi harga.
Menurut Lia, stabilitas harga pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut ketenangan sosial masyarakat dalam menjalankan ibadah dan perayaan. “Masyarakat butuh kepastian harga dan ketersediaan barang. Ketika pemerintah hadir lebih awal, potensi gejolak bisa ditekan,” ujarnya.
Khofifah berharap, memasuki hari-hari pertama Ramadan, harga bahan pokok sudah kembali terkendali sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan rumah tangga.
“Kunci stabilitas harga ada pada kecukupan suplai. Saat permintaan meningkat, distribusi harus diperkuat agar keseimbangan pasar tetap terjaga,” pungkasnya.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








