DPD RI Lia Istifhama Kagumi Gerakan Lingkungan Warga Bojonegoro

- Redaksi

Sabtu, 9 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI, Dr. Lia Istifhama, saat meninjau pengelolaan limbah plastik oleh Burhan di Bojonegoro, Sabtu (8/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI, Dr. Lia Istifhama, saat meninjau pengelolaan limbah plastik oleh Burhan di Bojonegoro, Sabtu (8/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BOJONEGORO, RadarBangsa.co.id – Di tengah ancaman krisis lingkungan yang kian nyata, langkah sederhana Burhan, warga Bojonegoro, menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari gerakan kecil. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ini mengubah sampah plastik yang kerap dipandang sebelah mata menjadi sumber penghasilan sekaligus penyelamat lingkungan.

Upaya itu menarik perhatian Senator DPD RI, Dr. Lia Istifhama, saat menggelar agenda reses di Bojonegoro, Jawa Timur. Menurutnya, kerja keras Burhan bukan sekadar urusan bisnis, tetapi juga bentuk amal yang memberi dampak luas bagi masyarakat.

“Usaha penyelamatan lingkungan seperti ini bukan hanya memberi manfaat ekonomi, tapi juga menjadi ladang pahala. Tidak banyak orang yang mau berkotor-kotor untuk kebaikan bersama,” ujar Lia saat meninjau lokasi pengelolaan limbah plastik, Sabtu (9/8/2025).

Proses yang dijalankan Burhan terbilang penuh tantangan. Ia memulai dari pengumpulan sampah plastik, memilahnya satu per satu, hingga mengirimkan ke pabrik pengolahan yang menerapkan sistem ramah lingkungan. Bagi sebagian orang, pekerjaan ini berat dan kotor, namun baginya, kebersihan lingkungan adalah investasi masa depan.

Lia menekankan, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan akan menjadi salah satu indikator penting bagi daya tarik wisata Indonesia di mata dunia. “Negara yang bersih selalu menjadi magnet wisatawan global. Model usaha seperti ini harus diadopsi di banyak daerah,” tegasnya.

Meski memberi dampak positif, gerakan seperti yang dilakukan Burhan kerap terhambat keterbatasan dana, pelatihan, dan akses pasar. Lia mendorong pemerintah daerah maupun pusat memberi perhatian khusus melalui kebijakan pendukung, bantuan teknologi, hingga insentif bagi para pegiat lingkungan di tingkat akar rumput.

“Kalau ada dukungan kebijakan dan fasilitas, gerakan seperti ini bisa berkembang jauh lebih cepat,” tandasnya.

Kisah Burhan menjadi pengingat bahwa solusi atas persoalan lingkungan tidak selalu datang dari kebijakan besar di pusat. Terkadang, perubahan dimulai dari sebuah langkah kecil di sudut desa, yang konsistensinya mampu menginspirasi hingga ke tingkat nasional.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru