Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan Adu Depan di Jembatan Made Lamongan, Diduga Gagal Nyalip

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satlantas Polres Lamongan melakukan evakuasi dan olah TKP kecelakaan adu depan yang menewaskan dua pelajar di Jembatan Made, Lamongan, Senin (6/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Satlantas Polres Lamongan melakukan evakuasi dan olah TKP kecelakaan adu depan yang menewaskan dua pelajar di Jembatan Made, Lamongan, Senin (6/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua korban jiwa terjadi di Jalan Mastrip, tepatnya di Jembatan Made, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Dua pengendara sepeda motor yang sama-sama masih berstatus pelajar meninggal dunia setelah terlibat tabrakan adu depan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S-6292-JAM yang dikendarai HRA (16), warga Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik, melaju dari arah timur menuju barat.

Saat melintas di lokasi kejadian, HRA diduga berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya melalui sisi kanan jalan. Pada waktu bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Vario bernomor polisi S-3552-EAN yang dikendarai VAF (16), warga Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan adu depan tidak dapat dihindari. Benturan keras mengakibatkan kedua pengendara mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan di rumah sakit. Selain korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp5 juta.

Mendapat laporan kejadian, petugas Satlantas Polres Lamongan bersama personel Polsek Lamongan Kota segera menuju lokasi. Polisi mengevakuasi korban ke rumah sakit, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan para saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., mengatakan kecelakaan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Pengendara diimbau tidak memaksakan mendahului kendaraan lain apabila kondisi jalan tidak memungkinkan. Manuver yang berisiko dapat berujung pada kecelakaan fatal,” kata Hamzaid.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci utama menekan angka kecelakaan, terutama di ruas jalan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Ia juga mengajak masyarakat untuk selalu disiplin, menjaga kecepatan kendaraan, dan mengutamakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya. “Kehati-hatian dan disiplin berlalu lintas merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Berita Terbaru