LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di SMP Negeri 1 Sukorame, Kabupaten Lamongan. Sejumlah wali murid kelas IX disebut dipanggil satu per satu ke sekolah dan diminta membayar sumbangan dengan nominal Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per siswa.
Permintaan uang tersebut disebut berkaitan dengan pengadaan laptop untuk menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dimulai April 2026. Praktik serupa juga disebut pernah terjadi pada 2025.
Seorang wali murid mengaku keberatan dengan permintaan tersebut. Ia mengatakan, pihak sekolah menyampaikan bahwa uang yang diminta akan digunakan untuk membeli laptop demi kelancaran pelaksanaan TKA.
“Kita disuruh membayar sebesar Rp500 ribu, katanya untuk membeli laptop untuk kelancaran Tes Kemampuan Akademik,” ungkap wali murid tersebut.
Wali murid itu meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena khawatir menimbulkan persoalan. Ia menilai nominal yang diminta cukup memberatkan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Menurut informasi yang disampaikan wali murid, pemanggilan dilakukan secara langsung dengan pola satu per satu. Dalam pertemuan tersebut, wali murid dimintai iuran dengan alasan pengadaan laptop untuk mendukung pelaksanaan TKA.
Mereka berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan pihak berwenang. Jika permintaan tersebut terbukti merupakan pungutan yang tidak sesuai ketentuan, wali murid meminta agar praktik itu segera dihentikan.
Namun, pihak SMP Negeri 1 Sukorame membantah adanya pungutan sebagaimana yang dikeluhkan wali murid.
Kepala SMPN 1 Sukorame Wiwik Pujiati menegaskan, tidak ada paksaan kepada wali murid untuk memberikan sumbangan. Menurutnya, bantuan yang diberikan bersifat sukarela sehingga wali murid yang tidak memberikan sumbangan tidak akan dipermasalahkan.
“Sama sekali tidak benar mas. Itu sudah lama dan setiap ada yang konfirmasi kami jelaskan seperti itu. Sekali lagi hal itu kami tegaskan tidak benar, yang ada sukarela dan tidak ada paksaan. Yang menyumbang silakan dan yang tidak menyumbang ya silahkan ndak papa,” tuturnya, Senin (7/9/2026).
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar