SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Rencana penerapan sistem e-voting dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo pada Mei 2026 mendapat dukungan luas. Sebanyak 80 desa dijadwalkan mengikuti pemilihan berbasis digital tersebut.
Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk anggota DPD RI Lia Istifhama yang menilai e-voting sebagai langkah adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.
Lia Istifhama menyatakan, digitalisasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga penerapan dalam sistem demokrasi desa merupakan hal yang relevan. Ia menilai kesiapan masyarakat terlihat dari masifnya penggunaan perangkat digital.
Menurutnya, hampir seluruh aktivitas kini telah beralih ke sistem digital, mulai dari transaksi ekonomi hingga layanan publik. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat siap beradaptasi dengan sistem e-voting dalam Pilkades.
Selain itu, akses internet yang semakin luas dan biaya yang kian terjangkau juga memperkuat peluang suksesnya implementasi sistem tersebut. Hal ini dinilai dapat mendukung proses pemilihan yang lebih cepat dan akurat.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. Termasuk dalam Pilkades serentak, sistem ini bisa menjadi solusi yang relevan dan progresif,” ujar Lia, Sabtu (4/4/2026).
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia menilai e-voting mampu menghadirkan efisiensi biaya dan kemudahan dalam pelaksanaan.
“Penerapan e-voting adalah langkah maju yang lebih mudah, lebih murah, dan sudah terbukti efektif di daerah lain,” tegasnya.
Penerapan e-voting sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Magetan, dengan hasil yang dinilai efektif dan transparan. Hal ini menjadi referensi kuat bagi Sidoarjo untuk mengadopsi sistem serupa.
Jika diterapkan, e-voting berpotensi mengurangi potensi kecurangan, mempercepat proses penghitungan suara, serta meningkatkan transparansi dalam Pilkades. Selain itu, sistem ini juga dinilai mampu menekan biaya operasional dibanding metode konvensional.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, implementasi e-voting di Pilkades Sidoarjo 2026 diharapkan mampu meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat desa. “Ini momentum untuk mendorong sistem yang lebih transparan dan efisien,” pungkas Rizza.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar