Ekspor Jatim Melonjak, Khofifah Sebut Bukti Daya Saing Global

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kinerja ekspor Jawa Timur mencatat lonjakan signifikan sepanjang Januari–Oktober 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan total ekspor migas dan nonmigas mencapai US$25,34 miliar, tumbuh 16,64 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada saat yang sama, impor justru terkoreksi 3,56 persen menjadi US$24,25 miliar. Kondisi ini memperlihatkan neraca perdagangan Jatim tetap berada pada posisi positif dan memberi ruang lebih besar bagi penguatan ekonomi daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa produk-produk Jatim memiliki daya saing kuat di pasar internasional. “Kenaikan ekspor yang konsisten dan penurunan impor mengindikasikan struktur ekonomi yang sehat. Ini menegaskan posisi Jatim sebagai salah satu motor utama ekspor nasional,” ujarnya di Surabaya, Kamis (4/12).

Ia menambahkan, tren ini menunjukkan pelaku usaha Jatim mampu merespons dinamika global dengan baik. “Pertumbuhan ini tidak muncul tiba-tiba. Ada kerja keras dari industri pengolahan, UMKM, dan eksportir yang terus meningkatkan kualitas,” katanya.

Sektor nonmigas masih menjadi tulang punggung ekspor Jatim, dengan komoditas perhiasan dan permata mencatat kenaikan mencolok sebesar 40,30 persen. Bahkan, unit value komoditas tersebut melonjak hingga 687,41 persen. Ekspor lemak dan minyak hewan/nabati juga mencatat pertumbuhan 41,35 persen dan berkontribusi hampir 8 persen terhadap total ekspor.

Swiss tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$4,08 miliar, didominasi perhiasan dan permata. Disusul Tiongkok dengan kontribusi 13,03 persen atau US$3,23 miliar, serta Amerika Serikat yang menyumbang 12,33 persen atau US$3,06 miliar. “Arah pasar tidak hanya bertumpu pada satu kawasan. Ini menunjukkan diversifikasi negara tujuan yang cukup baik,” tutur Khofifah.

Lonjakan ekspor juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,22 persen (y-on-y) pada Triwulan III-2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen. Pertumbuhan q-to-q Jatim juga tertinggi di Pulau Jawa, yakni 1,70 persen. Selain itu, inflasi November 2025 berada pada level 2,63 persen, tetap terkendali dalam kisaran target.

Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, asosiasi eksportir, dan sektor logistik, untuk terus memperkuat sinergi. “Kolaborasi menjadi kunci agar daya saing ekspor Jatim terus meningkat dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Senin, 4 Mei 2026 - 09:07 WIB

Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:14 WIB

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terbaru