Gerakan Inseminasi Massal Jatim, Khofifah Targetkan Swasembada Daging 2029

- Redaksi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan 2025 di Jember. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan 2025 di Jember. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperkuat langkah strategis di sektor peternakan melalui pelaksanaan Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (GSPIB) 2025. Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di City Forest, Kecamatan Sumbersari, Jember, Senin (24/11), menjadi momentum penting bagi percepatan pemulihan populasi ternak sekaligus upaya menuju swasembada daging nasional.

Dalam agenda itu, Gubernur Khofifah melakukan inseminasi buatan perdana terhadap 38 ekor sapi. Tindakan simbolis tersebut menandai dimulainya gerakan layanan inseminasi buatan yang berlangsung serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Menurutnya, program ini bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami menjalankan gerakan serentak agar produksi sapi di Jawa Timur terus meningkat. Jika inseminasi buatan dilakukan secara masif dan terukur, Indonesia berpeluang besar mencapai swasembada daging pada 2029,” ujar Khofifah.

Khofifah mengingatkan bahwa Jawa Timur adalah provinsi yang sempat terdampak paling serius akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022. Ribuan ternak sapi, kambing, domba, kerbau, hingga babi mengalami sakit, mati, atau harus dipotong paksa. Dampaknya bukan hanya menurunkan populasi, tetapi juga menekan tingkat produktivitas daging, susu, dan kelahiran pedet.

“Ketika PMK menyerang, daya dukung ternak kita turun drastis. Produksi susu menurun, pedet yang lahir juga sangat sedikit. Masa itu menjadi catatan penting bahwa ketahanan pangan harus dijaga bersama,” katanya.

Sejumlah langkah pengendalian dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten/kota, TNI–Polri, hingga BNPB melalui Satgas PMK. Upaya yang ditempuh meliputi pengobatan, vaksinasi, hingga desinfeksi lingkungan. Menurut Khofifah, kerja kolektif ini membuahkan hasil karena pada 2024 status PMK menurun dari wabah menjadi tertular terkendali.

“Dari pengalaman itu, kami belajar bahwa sistem kesehatan hewan harus diperkuat. Vaksinasi, biosekuriti, dan kebersihan kandang harus menjadi kesadaran kolektif,” ujarnya.

Pemulihan populasi sapi pasca PMK tidak dilakukan secara sporadis. Pemprov Jatim menjalankan program inseminasi buatan secara besar-besaran. Saat ini Jawa Timur memiliki 1.417 petugas kawin suntik yang tersebar hingga tingkat desa. Tenaga lapangan inilah yang menjadi tulang punggung peningkatan populasi ternak lokal.

Sepanjang 2024, Jawa Timur mencatat 1,1 juta kelahiran pedet—capaian tertinggi tingkat nasional. Sementara pada 2025, hingga 24 November, tercatat 1.099.397 ekor sapi telah diinseminasi. Angka ini kemudian diakui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor inseminasi buatan terbanyak dalam satu tahun. Piagam MURI diserahkan langsung kepada Khofifah oleh Direktur Marketing MURI Awang Rahargo.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas inseminator, dokter hewan, dan paramedik. Mereka bekerja di lapangan tanpa mengenal waktu,” ujar Khofifah. Ia juga menambahkan bahwa capaian ini menjadi indikator bahwa Jawa Timur memiliki kapasitas untuk mendorong produksi daging nasional.

Seorang petugas kawin suntik dari Jember, Agus Suroso, mengatakan bahwa dukungan infrastruktur dan distribusi bibit semen beku kini jauh lebih lancar. “Pelayanan sudah lebih cepat. Para peternak juga makin paham pentingnya IB, karena mereka melihat sendiri hasil pedetnya lebih sehat dan bobotnya bagus,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Timur sebagai provinsi dengan kontribusi terbesar dalam populasi dan produksi sapi nasional. Populasi sapi potong mencapai 3,11 juta ekor atau 26 persen dari populasi nasional. Untuk sapi perah, kontribusinya bahkan mencapai 60 persen atau 292,26 ribu ekor dari total nasional 485,82 ribu ekor.

Produksi daging sapi di Jawa Timur tercatat 121.387 ton atau 20 persen dari produksi nasional. Sementara untuk produksi susu, kontribusi Jatim mencapai 58 persen dengan angka 476.712 ton. Komoditas telur juga menunjukkan dominasi kuat dengan produksi 2,02 juta ton atau 32 persen dari persediaan nasional.

“Angka-angka ini menunjukkan Jawa Timur adalah pilar penting ketahanan pangan nasional. Kami siap berada di garda terdepan mendukung program Presiden Prabowo Subianto mewujudkan kedaulatan pangan,” kata Khofifah.

Ia menambahkan bahwa gejolak pangan dunia akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi global harus diantisipasi dengan memperkuat produksi dalam negeri.

Menurut analisis Pemprov Jatim, efektivitas inseminasi buatan menjadi variabel penting dalam proyeksi swasembada daging. Dari satu kali inseminasi buatan, tingkat keberhasilan bunting sudah cukup tinggi. Bahkan dalam batas maksimal dua kali inseminasi, peluang keberhasilan bunting mencapai hampir 100 persen.

Seekor sapi membutuhkan waktu satu tahun sejak bunting hingga beranak, sementara pada usia dua tahun bobot pedet jantan bisa mencapai 400–600 kilogram.

“Jika IB dilakukan masif dan konsisten di berbagai provinsi, maka tiga tahun ke depan Indonesia sangat mungkin mencapai swasembada daging. Paling lambat empat tahun,” jelas Khofifah.

Ia menilai hitungan teknis tersebut bukan sekadar optimisme, melainkan perhitungan realistis berdasarkan tren peningkatan populasi sapi nasional.

Selain fokus pada IB, Pemprov Jatim juga menekankan pembangunan peternakan melalui transfer embrio, peningkatan kapasitas SDM, pembangunan peternak milenial, serta pengawasan mutu pakan. Upaya pencegahan penyakit dilakukan melalui vaksinasi berkala, pengawasan lalu lintas ternak, dan penegakan biosekuriti.

“Kami terus memperkuat edukasi agar peternak waspada terhadap PMK atau penyakit lainnya. Kesadaran mereka menjadi bagian penting dari ketahanan ternak,” kata Khofifah.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada dinas peternakan kabupaten/kota, dokter hewan, paramedik, petugas inseminasi buatan, pengawas mutu pakan, dan seluruh kelompok peternak.

“Semua pihak berperan besar. Saya berharap sinergi ini terus dijaga, karena kekuatan sektor peternakan bersumber dari kerja bersama,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan GSPIB 2025 di Jember, dilakukan sejumlah pelayanan kesehatan hewan meliputi pemeriksaan kebuntingan, pemberian vitamin, pengobatan, dan vaksinasi untuk 300–500 ekor sapi. Selain itu, ditampilkan panen pedet hasil IB sebanyak 20 ekor serta tiga sapi jantan hasil IB berbobot lebih dari satu ton.

Ada pula gerakan minum susu bersama 100 siswa sekolah dasar, pemberian penghargaan bagi petugas IB berprestasi, kelompok peternak terbaik, dan penyerahan bantuan pakan, obat, vaksin, motor roda tiga, serta bibit ternak.

Pemprov Jatim juga menggelar pameran teknologi peternakan, pameran produk olahan hasil ternak, dan bazar UMKM peternakan yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Dengan berbagai capaian tersebut, Jawa Timur berharap mampu mempertahankan posisi sebagai pusat pengembangan peternakan nasional. “Dengan kerja bersama, kita bukan hanya mengejar target populasi, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan peternakan untuk masa depan,” tutup Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Mesin Birokrasi Kalbar Disetel Ulang, 26 Pejabat Dilantik
Lamongan Genjot Kampanye Antikorupsi Lewat Edukasi dan Aktivitas Publik
Turba PWNU Jatim di Malang Raya Tegaskan Peran NU bagi Harmoni Daerah
Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat
Musda Dekopinda Madiun Tegaskan Penguatan Koperasi dan UMKM Lokal
Khofifah Tegaskan Tanggul Gedangan Trenggalek Selesai, 240 Ha Sawah Aman
Tanggul Gedangan Trenggalek Rampung, Khofifah Pastikan 240 Ha Sawah Terairi
Pasuruan Genjot Renovasi Sekolah, Target Selesai Akhir Desember

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:37 WIB

Lamongan Genjot Kampanye Antikorupsi Lewat Edukasi dan Aktivitas Publik

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Turba PWNU Jatim di Malang Raya Tegaskan Peran NU bagi Harmoni Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:53 WIB

Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:37 WIB

Musda Dekopinda Madiun Tegaskan Penguatan Koperasi dan UMKM Lokal

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:27 WIB

Khofifah Tegaskan Tanggul Gedangan Trenggalek Selesai, 240 Ha Sawah Aman

Berita Terbaru

Budaya

Budaya Kedu Mengemuka di Komukino Fest 2025 di Semarang

Jumat, 5 Des 2025 - 18:44 WIB