Khofifah: Tiga Tahun Lagi Indonesia Bisa Mandiri Daging

- Redaksi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau ternak sapi dalam kegiatan Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan 2025 di Jember. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau ternak sapi dalam kegiatan Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan 2025 di Jember. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperlihatkan keseriusannya membangun kemandirian pangan nasional melalui percepatan peningkatan produktivitas peternakan. Senin (24/11), ribuan petugas inseminasi buatan di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur bergerak serentak mengikuti Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (GSPIB) 2025. Acara dipusatkan di kawasan City Forest, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, dan dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Program ini tidak hanya sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi dorongan strategis untuk memastikan Indonesia dapat mencapai swasembada daging pada 2029. Untuk menandai dimulainya gerakan nasional dari Jawa Timur ini, Gubernur Khofifah melakukan inseminasi buatan perdana pada 38 ekor sapi. Aksi tersebut juga disiarkan serentak kepada seluruh kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaannya berlangsung simultan di lapangan. “Jika inseminasi buatan dijalankan secara masif dan berkelanjutan, bukan hal mustahil Indonesia bisa swasembada daging tiga sampai empat tahun ke depan,” ujar Khofifah di hadapan peserta.

Khofifah menegaskan bahwa GSPIB merupakan langkah nyata Pemprov Jatim bersama dunia usaha, perguruan tinggi, dokter hewan, asosiasi peternak, serta lembaga pemerintah dan BUMD yang bergerak di sektor peternakan. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci agar Indonesia mampu melompat lebih cepat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Ia menambahkan bahwa sinergi erat dengan BBIB, Pusvetma, dan seluruh tenaga lapangan telah menghasilkan ekosistem kesehatan dan pembiakan ternak yang lebih tertata dan sistematis. “Sektor peternakan ini melibatkan dukungan berbagai elemen penting dan semua bergerak dalam satu komando,” ucapnya.

Keseriusan Jawa Timur melanjutkan program ini tidak datang tanpa alasan. Pada 2022, sektor peternakan nasional, termasuk Jawa Timur, terpukul oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ribuan ternak harus diobati, dipotong paksa, atau mati akibat infeksi. Dampaknya, produksi daging, susu, hingga penurunan angka kelahiran pedet ikut terpukul. Situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran penurunan produktivitas secara berkepanjangan.

Namun, Jawa Timur bergerak cepat melakukan program pengendalian presisi bersama Satgas PMK yang terdiri dari BNPB, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Program mencakup pengobatan untuk ternak sakit, vaksinasi massal bagi ternak sehat, serta disinfeksi area kandang dan sentra produksi. Berkat penanganan terpadu, status PMK pada 2024 resmi menurun dari wabah menjadi status tertular terkendali. “Kerja keras semua pihak membuahkan hasil. Tapi kita tidak boleh lengah, vaksinasi dan biosekuriti tetap wajib dijalankan,” tegas Khofifah.

Usai mengendalikan wabah, Pemprov Jatim langsung menjalankan akselerasi pemulihan populasi ternak melalui inseminasi buatan. Hingga kini terdapat 1.417 petugas kawin suntik yang tersebar di Jawa Timur dan terus menjadi motor percepatan peningkatan produksi sapi. Hasilnya terlihat jelas: sepanjang 2024, Jawa Timur mencatat kelahiran pedet mencapai 1,1 juta ekor—yang tertinggi secara nasional. Sementara periode Januari hingga 24 November 2025, inseminasi telah dilakukan pada 1.099.397 ekor sapi. Capaian ini kemudian memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai inseminasi terbanyak dalam satu tahun.

Prestasi ini membuat Jawa Timur menjadi lokomotif nasional dalam sektor peternakan. Berdasarkan data BPS 2024, populasi sapi potong di Jatim mencapai 3,11 juta ekor atau 26 persen dari populasi nasional. Sementara sapi perah mencapai 292.260 ekor atau 60 persen dari populasi sapi perah Indonesia. Kontribusi produksi juga tidak main-main: Jawa Timur menghasilkan 121.387 ton daging sapi per tahun (20 persen nasional), 476.712 ton susu (58 persen nasional), dan 2,02 juta ton telur (32 persen nasional). “Data ini menunjukkan kontribusi nyata Jawa Timur dalam menopang kebutuhan pangan nasional,” kata Khofifah.

Selain peningkatan produktivitas, Pemprov Jatim juga fokus menyiapkan rantai produksi yang berkelanjutan. Untuk itu dilakukan berbagai intervensi strategis di lapangan, mulai dari transfer embrio, penguatan SDM peternakan, percepatan sertifikasi petugas inseminasi dan pemeriksa kebuntingan, hingga pengembangan peternak milenial. Ia menyebut generasi muda perlu berani masuk sektor peternakan karena industri pangan adalah salah satu sektor paling menjanjikan dalam beberapa dekade mendatang. “Kita membutuhkan regenerasi agar peternakan terus tumbuh. Peternak harus semakin terdidik, melek teknologi, dan siap masuk pasar lebih besar,” ujarnya.

Kedepan, Jawa Timur juga menyiapkan skema terpadu agar pemerataan pembangunan peternakan dapat didorong bersama provinsi lain. Menurut Khofifah, keberhasilan swasembada tidak mungkin berjalan sendirian. Perlu dukungan daerah-daerah yang memiliki kultur peternakan kuat, dukungan kebijakan pusat, serta tata kelola distribusi produk yang lebih terintegrasi. “Kalau semua bergerak bersama, tiga tahun lagi kita bisa swasembada daging nasional. Namun jika ada keterlambatan koordinasi, paling lambat empat tahun target tersebut tetap bisa dicapai,” tegasnya.

Pelaksanaan GSPIB 2025 juga diisi berbagai kegiatan pendukung, seperti pemeriksaan kebuntingan, vaksinasi, pengobatan, dan pemberian vitamin untuk 300 hingga 500 ekor sapi. Selain itu, diperlihatkan 20 ekor pedet hasil inseminasi sukses dan tiga ekor sapi jantan berbobot lebih dari satu ton. Tidak hanya itu, digelar gerakan minum susu bersama 100 siswa SD, pemberian penghargaan kepada petugas IB dan kelompok peternak berprestasi, serta penyaluran bantuan pakan, obat-obatan, motor roda tiga pengangkut pakan, hingga bantuan ternak kambing untuk kelompok petani.

Beragam kegiatan tersebut menandai bahwa Jawa Timur tidak hanya fokus pada angka produksi, tetapi juga ekosistem pendukung yang lebih modern dan berkelanjutan. “Kami ingin memastikan peternak mendapatkan semangat baru. Mereka sudah melalui fase sulit, sekarang saatnya bangkit bersama,” ungkap Khofifah, menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan milik pemerintah saja, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

Menurut beberapa peternak yang hadir, program inseminasi buatan membuat proses pembiakan lebih terukur, efisien, dan meningkatkan kualitas genetik ternak. “Dengan IB, peluang sapi bunting lebih tinggi dan waktu tidak banyak terbuang. Ini membantu peternak kecil seperti kami bersaing dengan lebih sehat,” kata salah satu peternak asal Jember dalam kesempatan terpisah.

Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kedaulatan pangan sebagai prioritas nasional di tengah ketidakpastian global akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan fluktuasi ekonomi dunia. Jawa Timur ingin menempatkan diri sebagai provinsi terdepan untuk memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik, tetapi juga punya potensi menjadi lumbung protein hewani kawasan. “Jawa Timur siap mendukung program Presiden di barisan paling depan,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Pemprov Jawa Timur menegaskan bahwa kondisi sektor peternakan telah kembali normal pasca PMK dan kini memasuki fase percepatan. Jika ritme ini berjalan konsisten, 2029 bukan lagi target ambisius, tetapi peluang realistis untuk membuktikan bahwa Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri dalam hal pangan strategis. “Saya percaya, jika semua pihak solid, kita tidak perlu lagi bergantung pada impor,” tutup Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pastikan Dukungan Jawa Timur Mengalir untuk Pengungsi Pidie Jaya Aceh
Rehabilitasi Meningkat, Malang Cari Duta Anti Narkoba Baru
Festival Kepandjen Djaman Mbiyen Hidupkan Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang
Wabup Malang Dorong Ormawa UMM Perkuat Kolaborasi untuk Indonesia Emas
Respons Cepat Gubernur Jawa Timur Khofifah di Pidie Jaya, Jatim Tambah Bantuan Kemanusiaan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Percepat Bantuan Medis ke Pidie Jaya
Khofifah Sampaikan Solidaritas Jatim Saat Serahkan Bantuan ke Aceh
Khofifah Pastikan Huntara Layak Huni, Fasilitas Umum Dibangun Secara Menyeluruh

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:55 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Dukungan Jawa Timur Mengalir untuk Pengungsi Pidie Jaya Aceh

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:40 WIB

Rehabilitasi Meningkat, Malang Cari Duta Anti Narkoba Baru

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:34 WIB

Festival Kepandjen Djaman Mbiyen Hidupkan Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:28 WIB

Wabup Malang Dorong Ormawa UMM Perkuat Kolaborasi untuk Indonesia Emas

Minggu, 7 Desember 2025 - 07:58 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Percepat Bantuan Medis ke Pidie Jaya

Berita Terbaru

Para finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2025 saat mengikuti malam puncak grand final. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Politik - Pemerintahan

Rehabilitasi Meningkat, Malang Cari Duta Anti Narkoba Baru

Minggu, 7 Des 2025 - 08:40 WIB