Gubernur Khofifah: Bangsa Kuat Berawal dari Keluarga yang Tidak Meninggalkan Orang Tua

Sabtu, 20 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri gala premiere film Jangan Buang Ibu di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (18/6/2026), sekaligus mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri gala premiere film Jangan Buang Ibu di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (18/6/2026), sekaligus mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi bangsa yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri gala premiere film Jangan Buang Ibu di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (18/6).

Menurut Khofifah, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Keluarga yang mampu bertahan, beradaptasi, dan saling menguatkan di tengah berbagai persoalan akan melahirkan generasi yang tangguh sekaligus menjadi penopang peradaban bangsa yang kuat.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menilai film karya sutradara Hadrah Daeng Ratu tersebut tidak hanya menyajikan kisah emosional, tetapi juga membawa pesan moral yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Film tersebut mengangkat pentingnya menjaga keutuhan keluarga, menghormati orang tua, dan menempatkan kasih sayang sebagai fondasi kehidupan.

“Ketahanan keluarga sangat penting untuk membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia. Melalui film ini bukan sekadar tontonan melainkan tuntunan bagi setiap keluarga yang ada di Indonesia,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan, konsep family resilience atau ketahanan keluarga merupakan kemampuan sebuah keluarga untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit bersama ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kemampuan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurutnya, keluarga yang memiliki ketahanan tidak mudah terpuruk saat menghadapi krisis. Sebaliknya, keluarga mampu menjadikan setiap persoalan sebagai proses pembelajaran untuk tumbuh lebih kuat dan lebih siap menghadapi perubahan.

“Keluarga yang memiliki ketahanan tidak mudah terpuruk saat menghadapi krisis, melainkan mampu menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran untuk tumbuh semakin kuat,” ujarnya.

Khofifah menilai nilai-nilai ketahanan keluarga semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, penguatan institusi keluarga perlu menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam paparannya, Khofifah juga mencontohkan besarnya peran keluarga dalam membentuk kesuksesan seseorang. Ia mengangkat kisah pesepak bola dunia Cristiano Ronaldo yang kerap menyebut ibunya sebagai sosok paling berjasa dalam perjalanan hidupnya.

Menurut Khofifah, keberhasilan Ronaldo tidak lepas dari pengorbanan sang ibu yang bekerja keras dan menghadapi berbagai kesulitan demi mendukung cita-cita anaknya menjadi pesepak bola profesional. Dukungan tersebut pada akhirnya mengantarkan Ronaldo menjadi salah satu pemain terbaik dunia.

“Menjadi salah satu referensi bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Kita juga memiliki banyak referensi tentang ketawadhu’an anak kepada ibu,” ungkapnya.

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya bergantung pada peran seorang ibu. Kehadiran dan keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan juga memiliki kontribusi penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan kuat.

Hal itu, kata dia, sejalan dengan tema Hari Keluarga Nasional (Harganas) Jawa Timur 2026, yakni “Ayah Hadir Keluarga Harmonis untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga”. Tema tersebut mengingatkan pentingnya keseimbangan peran ayah dan ibu dalam mendukung perkembangan anak.

“Penting menghadirkan kasih dari seorang ayah karena sayangnya kita kepada ibu juga harus diberseiringi oleh hadirnya kasih seorang ayah,” terangnya.

Ia berharap pesan yang disampaikan melalui film Jangan Buang Ibu dapat membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memperkuat hubungan antaranggota keluarga. Hubungan yang harmonis dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat yang kuat dan bangsa yang berdaya saing.

Film tersebut mengangkat kisah perjuangan seorang ibu yang mendedikasikan hidupnya demi kebahagiaan anak-anaknya. Namun, di usia senja, sang ibu harus menghadapi kesepian ketika perhatian yang selama ini diberikan tidak selalu berbalas dengan kehadiran anak-anaknya.

Produser Leo Pictures Agung Saputra mengatakan cerita yang diangkat dalam film tersebut merupakan refleksi dari realitas yang masih banyak ditemukan di tengah masyarakat. Karena itu, film tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi setiap anak agar tidak melupakan jasa orang tua.

Menurutnya, banyak orang baru menyadari pentingnya kehadiran orang tua ketika kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang sudah tidak lagi tersedia. Pesan itu menjadi salah satu inti cerita yang ingin disampaikan kepada publik.

“Film ini mengingatkan kita agar tidak terlambat menghargai orang yang paling kita cintai. Seorang ibu selalu menempatkan kebahagiaan anak-anaknya di atas kebahagiaannya sendiri,” ujar Agung.

Pada acara gala premiere tersebut, Khofifah bersama Agung Saputra dan salah satu pemeran film, Nirina Zubir, juga menyerahkan penghargaan kepada 13 perempuan inspiratif. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka di berbagai bidang kehidupan.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam menjaga ketahanan keluarga dan membentuk karakter generasi masa depan. Peran itu dinilai memiliki dampak besar terhadap kualitas kehidupan sosial dan pembangunan bangsa.

Film Jangan Buang Ibu dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026. Melalui pesan yang diangkat, film ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin menghargai keberadaan orang tua serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan.

Khofifah berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam film tersebut tidak berhenti sebagai hiburan semata, melainkan menjadi refleksi bagi masyarakat untuk mempererat hubungan keluarga dan membangun lingkungan sosial yang lebih harmonis.
“Semoga pesan yang disampaikan film ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keluarga sebagai pondasi bangsa,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Berita Terbaru