Gubernur Khofifah Dorong Rumah Sakit di Jatim Adaptif AI Saat Buka Surabaya Hospital Expo 2026

Rabu, 20 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Surabaya Hospital Expo XX 2026 di Ballroom Grand City Surabaya, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Surabaya Hospital Expo XX 2026 di Ballroom Grand City Surabaya, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Perkembangan teknologi kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI) kini mulai mengubah wajah pelayanan medis di Indonesia. Kondisi itu menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Surabaya Hospital Expo XX 2026 di Ballroom Grand City Surabaya, Selasa (19/5).

Dalam pameran yang diikuti berbagai rumah sakit dan industri alat kesehatan itu, Khofifah meninjau langsung beragam teknologi medis terbaru, mulai dari sistem layanan digital hingga alat kesehatan berbasis AI yang mulai diterapkan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.DVE (K), FINSDV, FAADV serta Ketua PERSI Jatim dr. Bangun T. Purwaka, Sp.OG., Subsp.K.Fm., M.Kes., Khofifah menyebut perkembangan teknologi medis saat ini bergerak sangat cepat dan tidak bisa diabaikan.

“Teknologi kedokteran yang ada di Jawa Timur harus sangat adaptif terhadap berbagai teknologi kedokteran di dunia termasuk di dalamnya AI,” tegas Khofifah.

Menurutnya, hampir seluruh booth dalam pameran tersebut sudah mulai mengintegrasikan teknologi AI dalam sistem pelayanan kesehatan maupun perangkat medis yang dipamerkan.

“Dari berbagai booth yang saya lihat, semuanya sudah dengan AI. Ini artinya teknologi kedokteran kita itu harus sangat adaptif dengan perkembangan berbagai teknologi termasuk AI,” ujarnya.

Surabaya Hospital Expo XX 2026 tidak hanya menghadirkan pameran alat kesehatan dan layanan rumah sakit. Sejumlah seminar kesehatan hingga pemeriksaan kesehatan ringan gratis juga disediakan untuk pengunjung.

Khofifah menilai, transformasi sistem kesehatan saat ini membuat rumah sakit tidak cukup hanya fokus pada layanan pengobatan. Rumah sakit juga dituntut memperkuat layanan promotif, preventif, hingga rehabilitatif secara terintegrasi.

Di sisi lain, tekanan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, transparan, dan berkualitas juga semakin tinggi. Karena itu, rumah sakit disebut harus mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi, sistem pembiayaan kesehatan, serta digitalisasi layanan medis.

“Saya rasa melalui raker dan pameran seperti ini akan memberikan penguatan pengayaan kepada para dokter maupun tim manajemen di rumah sakit terhadap update berbagai teknologi kedokteran temuan terbaru,” kata Khofifah.

Ia bahkan meyakini Surabaya Hospital Expo dapat menjadi referensi perkembangan teknologi medis bukan hanya bagi rumah sakit di Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Mereka bisa datang ke sini dan kemudian bisa melihat bagaimana update teknologi kedokteran yang dipamerkan,” imbuhnya.

Khofifah juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Saat ini, Jawa Timur memiliki 448 rumah sakit, menjadikannya salah satu provinsi dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia.

Menurutnya, peningkatan jumlah rumah sakit harus diikuti peningkatan kualitas teknologi medis dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama pelayanan.

“Peningkatan jumlah rumah sakit seyogyanya juga sejalan dengan berbagai perkembangan teknologi kedokteran yang ada. Karena bagaimanapun keselamatan pasien tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Selain teknologi medis, Khofifah turut menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk alat kesehatan yang dipamerkan.

“TKDN memang harus diiktiarkan supaya makin hari makin tinggi. Walau memang ada yang masih 100 persen harus diimport,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PERSI Wilayah Jawa Timur dr. Bangun T. Purwaka mengatakan pameran tersebut menjadi ruang penting untuk menunjukkan perkembangan teknologi kedokteran modern yang kini mulai berkembang di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Jadi semakin lama semakin baik berkualitas dan tidak melupakan keamanan keselamatan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru