SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin apel dan aksi Kurve Sampah Pantai di Pantai Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini melibatkan 1.500 peserta dari TNI, Polri, Pemprov, Pemkot Surabaya, Pramuka, IKA UNAIR, dan masyarakat setempat, serta menjadi simbol komitmen bersama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.
Dalam apel yang dipimpin Gubernur Khofifah, hadir pula Kapolda Jatim, Wakil Gubernur Jatim, Wakajati, Wakil Komandan Kodam V Surabaya, serta kepala perangkat daerah. Gubernur menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal pengelolaan sampah yang masif di semua lini, hingga tingkat RT/RW di desa dan kelurahan, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam gerakan nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah).
“Dalam waktu cepat, seluruh kabupaten dan kota tidak hanya menggelar apel, tetapi juga gerakan bersih yang sama secara paralel dan masif. Bersama-sama kita ingin mewujudkan pantai dan kawasan wisata di Jatim bersih, asri, nyaman, dan menarik bagi wisatawan,” kata Gubernur Khofifah dalam amanahnya.
Aksi dimulai dari Pantai Tambak Wedi, tetapi menurut Gubernur, gerakan serupa akan diterapkan di sungai, lingkungan pesisir, dan kawasan lainnya. “Ini dimulai dari pantai, tapi selanjutnya gerakan yang sama akan dilakukan di sungai. Banyak enceng gondok dan sampah yang harus dibersihkan agar ekosistem tetap sehat,” ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa Kurve Sampah Pantai merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan implementasi instruksi presiden dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah laut. Sampah laut dianggap isu strategis nasional karena berdampak pada kualitas lingkungan pesisir, ekosistem laut, sektor pariwisata, perikanan, kesehatan masyarakat, dan citra bangsa.
“Kalau sampah tidak tertangani dengan baik, efeknya berantai mulai dari kerusakan lingkungan hingga kerugian ekonomi dan menurunnya kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Presiden RI telah menginstruksikan agar seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah mengambil langkah konkret, terkoordinasi, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Gubernur Khofifah menekankan bahwa aksi ini bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk membangun perubahan perilaku dan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Langkah tersebut mencakup pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, pengembangan ekonomi sirkular, dan penegakan regulasi secara konsisten.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen mendorong kebijakan dan program pengelolaan sampah berkelanjutan melalui penguatan peran desa dan kelurahan, edukasi masyarakat, serta kemitraan strategis dengan dunia usaha melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan,” jelasnya.
Permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data SIPSN 2024, timbulan sampah di Jatim mencapai 6.577.816,49 ton per tahun, namun hanya 3.615.463,31 ton (54,96%) yang berhasil dikelola. Rinciannya, pengurangan sampah 899.717,59 ton per tahun (13,68%) dan penanganan sampah 2.715.746,72 ton (41,68%). Sementara sampah yang tidak terkelola masih mencapai 2.962.353,18 ton per tahun (45,04%), menjadi perhatian utama pemerintah provinsi.
Sejak 2012, Jatim menjalankan program desa/kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari). Hingga 2025, sudah terbentuk 1.306 Desa/Kelurahan Berseri dan 5.170 unit bank sampah, jumlah terbanyak di Indonesia. Gubernur Khofifah menekankan pentingnya terus meningkatkan partisipasi masyarakat dan pengelolaan sampah di tingkat lokal.
Dalam aksi Kurve Sampah Pantai ini, sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 2.785,855 kg, didominasi plastik. Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.
“Terima kasih atas partisipasi aktif seluruh pihak. Semangat gotong royong adalah kekuatan utama kita dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Khofifah. Ia berharap kegiatan ini menjadi gerakan berkelanjutan di seluruh Jawa Timur, bukan hanya wilayah pesisir.
“Semoga pelaksanaan Aksi Kurve Sampah Pantai ini memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan memperkuat komitmen bersama mewujudkan Jawa Timur yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar