Gubernur Khofifah Tutup Misi Dagang 2025 di Batam, Komitmen Dagang Jatim–Kepri Tertinggi Tahun Ini Tembus Rp 4,45 Triliun

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM, RadarBangsa.co.id — Penutupan rangkaian Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur 2025 di Batam berakhir dengan capaian yang jauh melampaui ekspektasi. Dalam pertemuan tatap muka antara ratusan pelaku usaha Jawa Timur dan Kepulauan Riau (Kepri) itu, nilai transaksi komitmen dagang mencatatkan rekor baru. Total transaksi menembus Rp 4,456 triliun, angka tertinggi sepanjang 12 penyelenggaraan misi dagang Jatim selama tahun 2025.

Kegiatan yang digelar di Hotel Wyndham Panbil Batam, Senin (8/12), menghadirkan 174 pelaku usaha dari dua provinsi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai sinyal kuat bahwa jaringan suplai dan permintaan antarprovinsi semakin solid, bahkan terus berkembang menjangkau pasar luar negeri.

“Transaksi ini bukan hanya angka. Ini bukti bahwa koneksi dagang Jatim dengan Kepri dan Malaysia semakin komprehensif dan saling menguatkan,” kata Khofifah dalam sambutannya. Ia menegaskan komitmen yang tercatat mencakup perdagangan Jatim–Kepri dan Jatim–Malaysia, termasuk penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara pelaku usaha Jatim dan perusahaan Malaysia senilai Rp 3,296 triliun.

Khofifah menjelaskan, untuk sektor perdagangan dengan Kepri saja, Jatim mencatat penjualan hingga Rp 1,078 triliun, sementara pembelian dari Kepri mencapai sekitar Rp 81,9 miliar. Produk yang dijual Jatim ke Kepri sangat beragam, mulai komoditas pertanian hingga olahan industri, seperti kopi robusta, kluwak, vanili, kemiri, rokok, telur ayam, susu, pakan udang, benur vaname, beras, bawang merah, hingga daging sapi. Dari Kepri, Jatim banyak mengambil produk-produk hasil laut seperti cakalang, layur, dan ikan layang beku.

Sementara dalam transaksi Jatim–Malaysia, komoditas yang diminati antara lain tembaga, cassava, frozen coconut cream, kerupuk mentah, serta aneka buah kering dan sayur kering. Menurut Khofifah, hubungan dagang Jatim dengan Malaysia dan Singapura memang memiliki potensi yang terus berkembang karena konektivitas Kepri terhadap kedua negara tersebut sangat kuat.

“Pertemuan ini memperluas pintu ekspor. Daerah Kepulauan Riau punya hubungan erat dengan Johor dan Singapura. Produk Jatim harus memanfaatkan akses itu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa DPMPTSP Jatim kini mendalami peluang ekspor baru ke dua negara tetangga tersebut, khususnya untuk sektor industri pengolahan.

Khofifah juga menyinggung kebutuhan pokok di Kepri yang sebagian selama ini dipasok dari wilayah Sumatera, sementara beberapa daerah di sana tengah terdampak musibah. “Ada kebutuhan yang tidak boleh terhenti. Itu kami bahas dengan dinas pertanian dan peternakan agar suplai dapat segera dioptimalkan,” katanya.

Misi Dagang Jatim–Kepri 2025 ini merupakan seri penutup dan menjadi penyelenggaraan ke-48 sejak 2019, dengan total kumulatif komitmen transaksi mencapai Rp 27,35 triliun. Bagi Khofifah, capaian tersebut tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memperkuat relasi antarprovinsi sebagai bagian dari ketahanan ekonomi nasional. “Kami ingin tumbuh bersama, maju bersama, dan menguatkan persaudaraan antarprovinsi untuk merawat Indonesia,” ujarnya.

Selain transaksi komersial, kegiatan ini juga menghasilkan 11 Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar-OPD Jatim dan Kepri serta kolaborasi tiga asosiasi usaha. Tiga LoI antara pelaku usaha Jatim dengan Malaysia juga ditandatangani, masing-masing antara PT Starindo Anugerah Abadi dengan Eramas Group, CV Pandafood Industry dengan Eng Sheng Sdn Bhd, dan PT Jayaditya Aswani Mandiri dengan Mentrade Marine Sdn Bhd.

Tak hanya fokus pada pasar domestik, Pemprov Jatim juga aktif mendorong ekspansi ke luar negeri. Sejak 2022, Jatim telah menggelar enam misi dagang luar negeri di Riyadh, Kuala Lumpur, Dili, Hong Kong, Osaka, dan Singapura. Nilai potensi transaksi yang dibukukan mencapai Rp 5,896 triliun dengan total 68 kontrak dagang. Khofifah menyebut strategi ini sebagai cara efektif meningkatkan kinerja ekspor daerah sekaligus menarik investasi asing.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Jatim sebagai salah satu pemasok utama kebutuhan pokok warganya. “Beras, gula, cabai, sampai produk industri kecil banyak datang dari Jawa Timur. Provinsi ini memang salah satu lumbung besar komoditas nasional,” ujarnya. Ia menilai kerja sama yang diperbarui setelah tiga tahun ini akan memberi dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan dan harga di wilayahnya.

Ansar juga membuka peluang kolaborasi baru di sektor pariwisata, mengingat Kepri memiliki banyak destinasi internasional dan Jatim memiliki industri pariwisata serta ekonomi kreatif yang terus tumbuh. “Sinergi ini harus diperluas, bukan hanya untuk kebutuhan pokok, tetapi juga sektor-sektor baru yang potensial,” ujarnya.

Dari kalangan pelaku usaha, optimisme juga muncul. Salah satunya Reksa (30), pengusaha seafood dari Sidoarjo, yang membawa produk room seafood ke acara ini. Ia menyebut permintaan pasar sangat tinggi, bahkan atase perdagangan Malaysia turut mengincar ikan dori dan tuna steak dari Jatim. “Mereka meminta pengiriman pada Desember 2025. Sebagai uji coba, kami siapkan satu kontainer berisi dua komoditas itu,” katanya. Reksa menargetkan transaksi di Kepri bisa mencapai Rp 20–25 miliar.

Baginya, misi dagang seperti ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk bertemu calon pembeli lintas daerah hingga luar negeri tanpa hambatan birokrasi. “Akses langsung seperti ini jarang terjadi. Saya optimis permintaan ikan di Jatim dan nasional bisa kami penuhi,” imbuhnya.

Penutupan misi dagang di Batam sekali lagi menegaskan daya tahan ekonomi Jawa Timur, sekaligus posisi Kepri sebagai hub strategis distribusi regional. Dengan komitmen triliunan rupiah dan kemitraan baru hingga Malaysia, keduanya kini melihat peluang kolaborasi yang lebih luas, baik untuk memperkuat pasokan domestik maupun memperbesar pasar ekspor.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru