Guru Honorer Semarang Hilang di tahun 2026, Ini Penjelasan Agustina Wilujeng

Kamis, 27 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan komitmen penghapusan guru honorer di TBRS, Selasa (26/11). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan komitmen penghapusan guru honorer di TBRS, Selasa (26/11). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Semarang memastikan status guru honorer akan hilang sepenuhnya mulai tahun 2026. Seluruh guru honorer akan dialihstatuskan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan guru di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan komitmen tersebut saat puncak peringatan Hari Guru Nasional di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Selasa (26/11). “Kita bersyukur, mulai tahun 2026 tidak akan ada lagi guru honorer. Mereka akan diangkat menjadi PPPK sesuai skema penuh maupun paruh waktu,” ujar Agustina.

Ia menekankan, untuk bisa diangkat sebagai ASN melalui skema PPPK, setiap guru harus tersertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Langkah ini untuk memastikan setiap anak didik diajar oleh guru yang terstandardisasi secara nasional. Kita ingin pendidikan di Semarang lebih merata dan berkualitas,” tambahnya.

Sebagai langkah akselerasi, Pemkot Semarang menargetkan pelantikan sekitar 400 guru honorer menjadi PPPK pada akhir Desember 2025. Mereka dijadwalkan mulai bekerja per 1 Januari 2026. Dengan tambahan ini, kebutuhan guru di Kota Semarang diprediksi sudah tercukupi, sehingga istilah guru bantu, honorer, atau outsourcing akan dihapus.

Proses serupa juga diterapkan pada pengisian jabatan kepala sekolah, yang sudah dimulai melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) beberapa waktu lalu. Hal ini bertujuan menciptakan manajemen pendidikan yang profesional dan berkelanjutan.

Selain pengumuman kebijakan, Wali Kota memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada guru atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi muda. Ia juga mendorong guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman. “Pola pengajaran tidak lagi konvensional. Guru harus dekat dengan murid agar lebih memahami karakter mereka. Metode top-down tidak lagi efektif,” ujarnya.

Ribuan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menghadiri peringatan Hari Guru Nasional, menunjukkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan tenaga pendidik untuk memajukan pendidikan di Semarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, yang juga hadir, menambahkan bahwa transformasi status guru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah kota untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat pendidikan dasar dan menengah, serta mendukung pelatihan tenaga kependidikan. “Kita ingin guru lebih profesional dan sistem pendidikan lebih efisien,” katanya.

Dengan langkah ini, Pemkot Semarang menegaskan komitmen untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan adil, di mana setiap anak didik memperoleh pembelajaran dari guru bersertifikasi, sekaligus memastikan kesejahteraan para pendidik terjaga.

Penulis : Himah

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru