Gus Fawait Kerahkan 22 Ribu ASN Validasi 97 Ribu Warga Miskin Jember

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Fawait  Bupati Jember, Senin, 20 April 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gus Fawait Bupati Jember, Senin, 20 April 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember menggerakkan langkah besar dalam pembenahan data kemiskinan ekstrem. Sebanyak 22.000 aparatur sipil negara (ASN) diturunkan serentak untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap sekitar 97.000 warga yang masuk kategori desil 1 atau kelompok kesejahteraan terendah, Senin (20/04/2026).

Kebijakan ini menjadi perhatian publik karena dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh perangkat birokrasi daerah. Tujuannya jelas: memastikan data penerima bantuan sosial (bansos) tidak lagi keliru, tumpang tindih, atau tertinggal dari kondisi riil di lapangan.

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa langkah ini merupakan penguatan data dari sistem yang sudah ada seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, keterlibatan ASN menjadi instrumen tambahan untuk memastikan akurasi hingga tingkat rumah tangga.

“Saya yakin dengan ASN yang turun langsung, data akan semakin tepat dan menyempurnakan data BPS maupun PKH,” ujar Gus Fawait.

Kebijakan ini juga dilatarbelakangi kebutuhan mendesak untuk menutup celah kesalahan data yang kerap memengaruhi distribusi bantuan. Selama ini, pemerintah daerah kerap menghadapi persoalan warga miskin yang tidak terdata atau sebaliknya, penerima tidak sesuai kriteria.

Dari sisi dampak publik, langkah ini diharapkan memperbaiki ketepatan sasaran bansos, mengurangi potensi kecemburuan sosial, serta memperkuat basis data pembangunan jangka panjang. Pemerintah daerah menilai, data yang valid akan menjadi fondasi utama dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Meski menuai beragam respons di masyarakat, Pemkab Jember menilai pendekatan jemput bola ini lebih efektif dibanding hanya mengandalkan data administratif.

“Ini bukan sekadar pendataan, tapi memastikan hak warga miskin ekstrem benar-benar sampai,” tegas Gus Fawait.

Dengan verval besar-besaran ini, Pemkab Jember menargetkan lahirnya satu basis data terpadu yang lebih akurat sebagai dasar kebijakan sosial ke depan.

Lainnya:

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru