Gus Fawait Raih Penghargaan Pengentasan Kemiskinan, Jember Bidik Turun di Bawah 200 Ribu Jiwa

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan di Grand City Surabaya, Selasa 21 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan di Grand City Surabaya, Selasa 21 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Jember menekan angka kemiskinan mendapat pengakuan regional. Bupati Jember, Gus Fawait, menerima penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com di Grand City Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Penghargaan ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Penurunan angka kemiskinan berdampak pada akses pangan, kesehatan, pendidikan, hingga peluang kerja warga di daerah.

Gus Fawait menegaskan penghargaan tersebut bukan capaian individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemkab Jember. Menurutnya, keberhasilan program sosial hanya bisa dicapai melalui kerja lapangan yang nyata dan data yang akurat.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi. Ini untuk seluruh ASN Jember, para guru, tenaga kesehatan, pendamping lapangan, dan semua pihak yang bekerja tanpa lelah membantu masyarakat,” kata Gus Fawait.

Ia menjelaskan, Pemkab Jember fokus melakukan validasi data kemiskinan ekstrem agar bantuan pemerintah tepat sasaran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebocoran anggaran sekaligus memastikan warga yang benar-benar membutuhkan menerima intervensi lebih cepat.

“Kalau datanya salah, kebijakan juga bisa salah. Karena itu kami turun langsung memastikan data valid, supaya anggaran negara betul-betul dirasakan warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, kemiskinan tidak bisa dipandang sebagai persoalan tunggal. Masalah tersebut berkaitan erat dengan stunting, kematian ibu dan bayi, pengangguran, hingga kerawanan sosial.

“Kalau kemiskinan ditekan, maka banyak persoalan lain ikut terselesaikan. Karena itu penanganannya harus serius, lintas sektor, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Meski Jember mencatat penurunan kemiskinan terbaik di wilayah Tapal Kuda pada 2025, Pemkab memastikan program percepatan tetap dilanjutkan. Fokus berikutnya adalah menembus angka psikologis jumlah penduduk miskin yang selama satu dekade berada di atas 200 ribu jiwa.

“Target kami jelas, angka itu harus turun. Semua OPD kami minta bergerak bersama melalui pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan layanan publik yang lebih merata,” pungkas Gus Fawait.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru