Gus Fawait Rangkul Pesantren Jember Bentuk Forum Pengentasan Kemiskinan

Senin, 16 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat silaturahmi dan sahur bersama tokoh pesantren di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat silaturahmi dan sahur bersama tokoh pesantren di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember Gus Fawait mengajak tokoh pesantren di Kabupaten Jember memperkuat kolaborasi untuk mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah. Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Sahur Bersama bersama para kyai, gus, dan lora di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026) dini hari.

Pertemuan tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan forum konsolidasi strategis antara pemerintah daerah dan kalangan pondok pesantren guna membahas langkah konkret penanganan kemiskinan, pendidikan, serta persoalan sosial di Jember.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terstruktur antara pemerintah kabupaten dengan lembaga pendidikan Islam. Pemerintah Kabupaten Jember berencana membentuk forum komunikasi khusus yang melibatkan pengurus pesantren hingga tingkat kecamatan.

Forum tersebut rencananya akan dikoordinasikan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember dan melibatkan camat di setiap wilayah. Melalui wadah itu, pesantren diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan serta menjalankan program pembangunan sosial.

Menurut Gus Fawait, pesantren memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan di Kabupaten Jember. Peran sosial para kyai dan santri dinilai mampu membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan sosial yang lebih luas.

“Kami ingin mewujudkan target-target pembangunan Kabupaten Jember melalui sinergi bersama pesantren. Salah satunya dengan pencegahan pernikahan dini dan memberikan edukasi kesiapan rumah tangga kepada para santri sebelum mereka lulus,” ujar Gus Fawait.

Ia menambahkan, keterlibatan pesantren juga sangat penting dalam upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. Pendekatan berbasis sosial dan budaya dinilai lebih efektif diterapkan di masyarakat pedesaan.

Selain fokus pada isu sosial, pemerintah daerah juga mendorong pesantren untuk berperan dalam penguatan ekonomi desa. Santri dan lembaga pesantren diharapkan dapat terlibat dalam pengembangan usaha produktif serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Gus Fawait juga menyinggung program pemerintah pusat terkait pengembangan SMK Global yang diharapkan dapat diakses oleh santri. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan pesantren agar memiliki keterampilan dan daya saing di dunia kerja.

Di sisi lain, Jember dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan pesantren di Jawa Timur. Banyak santri dari luar daerah yang menempuh pendidikan di wilayah tersebut, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi lokal.

Menurut Gus Fawait, semakin berkembangnya ekosistem pendidikan pesantren di Jember akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Intinya kami ingin menggandeng pondok pesantren untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan dan berbagai persoalan turunannya di Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru