Hampir 2 Tahun Tak Dibayar, Petani di Lamongan Geruduk Kantor Developer Tikung Kota Baru

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang kantor Perumahan Tikung Kota Baru (TKB) di Kecamatan Tikung, Lamongan, didatangi puluhan petani yang menuntut pelunasan pembayaran tanah. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gerbang kantor Perumahan Tikung Kota Baru (TKB) di Kecamatan Tikung, Lamongan, didatangi puluhan petani yang menuntut pelunasan pembayaran tanah. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ketegangan mencuat di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, setelah puluhan petani mendatangi kantor pengembang Perumahan Tikung Kota Baru (TKB), Senin (5/1/2026). Mereka menuntut pelunasan pembayaran tanah yang telah diserahkan kepada pengembang hampir dua tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.

Sejak pagi, warga berkumpul di depan kawasan perumahan dan menyampaikan protes secara terbuka. Spanduk bertuliskan tuntutan penghentian kegiatan pembangunan dibentangkan di depan pagar perumahan. Aksi tersebut mencerminkan akumulasi kekecewaan petani terhadap pengembang yang dinilai abai terhadap komitmen pembayaran tanah sesuai kesepakatan awal.

Para petani mengaku telah melepas lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama demi kepentingan pembangunan perumahan. Namun, hak pembayaran atas tanah tersebut tak kunjung diterima. Upaya meminta kejelasan, menurut warga, berulang kali dilakukan tetapi tidak pernah diikuti kepastian waktu pelunasan.

Setelah berorasi, perwakilan petani diterima untuk mengikuti mediasi di kantor Perumahan TKB. Pertemuan itu dihadiri langsung pimpinan pengembang, Subandi, serta disaksikan aparat Polsek dan Koramil Tikung untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Dalam mediasi, warga mendesak adanya kepastian tertulis terkait waktu pembayaran. Mereka juga meminta aktivitas pembangunan perumahan dihentikan sementara sampai seluruh kewajiban pengembang kepada pemilik lahan dipenuhi.

“Kami ini sudah menunggu terlalu lama. Hampir dua tahun belum ada pelunasan. Sampai kapan kami harus menunggu? Saya termasuk yang masuk tahap tiga,” kata Abdul, perwakilan petani, dengan nada tegas.

Nada serupa disampaikan Kaseno, salah satu ahli waris pemilik tanah dan purnawirawan TNI AD. Ia mengaku sempat meminta penjelasan, namun justru menerima perlakuan tidak pantas. Hal itu memperkuat anggapan warga bahwa persoalan pembayaran tidak ditangani secara serius oleh pengembang.

Sementara itu, Sukarti, pemilik lahan lainnya, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan keluhannya. Ia berharap tanahnya segera dibayar agar keluarganya tidak terus berada dalam ketidakpastian ekonomi.

Menurut warga, keterlambatan pembayaran membawa dampak nyata. Selain kehilangan lahan garapan, mereka juga kehilangan sumber pendapatan, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk ketidakadilan yang harus segera diselesaikan.

Menanggapi tuntutan tersebut, pemilik Perumahan TKB, Subandi, menyatakan pelunasan tanah warga akan dilakukan paling lambat Maret 2026. Ia menyebut saat ini masih menyelesaikan pembayaran pada tahap sebelumnya.

“Sebetulnya tidak ada masalah kalau komunikasinya berjalan. Sekarang saya fokus menyelesaikan tahap dua. Tahap tiga memang belum, nanti akan saya selesaikan,” ujar Subandi.

Hingga mediasi berakhir, aparat keamanan mengimbau kedua belah pihak menahan diri dan mengedepankan musyawarah. Warga menegaskan akan terus menuntut hak mereka jika janji pelunasan kembali tidak dipenuhi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Banyuwangi Jadi Magnet Nataru, 207 Ribu Penumpang Kereta Tercatat
Bupati Pasuruan Temui Pedagang, Nasib Pasar Gondanglegi Dikaji
Strategi Pemkab Lamongan Tekan Kemiskinan 2026
Gubernur Khofifah Raih Apresiasi BPH Migas atas Pengawasan BBM Subsidi
Koperasi Merah Putih Diperkuat di Banyuwangi
Khofifah Dialog dengan Ojol Perempuan, Soroti Perjuangan Sektor Informal Jatim
Pengalihan Impor SBM ke BUMN Perti Dinilai Perkuat Sektor Peternakan Kendal
Banyuwangi Diserbu Wisatawan Nataru, Hotel Nyaris Penuh hingga Awal 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:05 WIB

Banyuwangi Jadi Magnet Nataru, 207 Ribu Penumpang Kereta Tercatat

Rabu, 7 Januari 2026 - 07:48 WIB

Bupati Pasuruan Temui Pedagang, Nasib Pasar Gondanglegi Dikaji

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:12 WIB

Strategi Pemkab Lamongan Tekan Kemiskinan 2026

Senin, 5 Januari 2026 - 15:37 WIB

Hampir 2 Tahun Tak Dibayar, Petani di Lamongan Geruduk Kantor Developer Tikung Kota Baru

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:20 WIB

Gubernur Khofifah Raih Apresiasi BPH Migas atas Pengawasan BBM Subsidi

Berita Terbaru

Bupati Malang HM Sanusi menyerahkan trofi kepada pemenang turnamen persahabatan antar lembaga di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Senin (5/1). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Politik - Pemerintahan

Bupati Malang Saksikan Final Turnamen Antar Lembaga di Stadion Kanjuruhan

Rabu, 7 Jan 2026 - 09:04 WIB

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu Abdurrahman, PPPK Paruh Waktu SDN 3 Sepanjang Glenmore, yang menunaikan nazar lari 52 km usai menerima SK ASN. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Politik - Pemerintahan

ASN Banyuwangi Lari 52 Km Usai Terima SK PPPK, Bupati Ipuk Terharu

Rabu, 7 Jan 2026 - 08:18 WIB