KENDAL,RadarBangsa.co.id – Pemerintah mengalihkan impor soybean meal (SBM) atau bungkil kedelai dari swasta ke BUMN Perti sebagai langkah memperkuat pasokan bahan baku pakan ternak nasional.
Kebijakan ini dinilai membuka peluang besar bagi penguatan sektor peternakan, termasuk di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Pengalihan impor SBM tersebut mulai diberlakukan hari ini. SBM merupakan salah satu komponen utama dalam pakan ternak yang selama ini masih sangat bergantung pada impor.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi mengatakan, kebutuhan SBM untuk peternak di wilayah Kabupaten Kendal dan sekitarnya mencapai sekitar 2.200 ton per bulan. Angka itu menunjukkan tingginya aktivitas dan potensi sektor peternakan di daerah tersebut.
“Untuk kebutuhan para peternak di Kabupaten Kendal dan sekitarnya, dalam satu bulan bisa mencapai 2.200 ton SBM,” ujar Suwardi, Kamis 1/1/2025.
Selain SBM, Suwardi juga menyoroti kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan. Ia menyebut, khusus untuk Kabupaten Kendal, kebutuhan jagung mencapai 194.000 ton per tahun.
Menurutnya, potensi besar ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pasalnya, Kabupaten Kendal saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah peternak terbesar kedua secara nasional.
“Ini perlu saya sampaikan kepada Bupati bahwa Kendal, yang secara nasional berada di peringkat dua jumlah peternaknya, harus benar-benar digarap. Potensi pendapatannya sangat besar. Tinggal mau atau tidak,” tegasnya.
Suwardi bilang, Jawa Tengah, khususnya Kendal, memiliki posisi strategis sebagai lumbung jagung sekaligus sentra peternakan nasional. Oleh karena itu, ia mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung petani dan peternak.
Ia,berharap BUMD dapat berperan dalam membantu petani mulai dari penyediaan benih hingga penanaman jagung. Hasil panen jagung nantinya dapat diserap oleh BUMD untuk kemudian disalurkan kepada koperasi peternak.
“Skema kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) pertanian sekaligus NTP peternakan di daerah,” pungkasnya.
Penulis : Rob
Editor : Arifin Zaenul








