Pengalihan Impor SBM ke BUMN Perti Dinilai Perkuat Sektor Peternakan Kendal

Kamis, 1 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Pemerintah mengalihkan impor soybean meal (SBM) atau bungkil kedelai dari swasta ke BUMN Perti sebagai langkah memperkuat pasokan bahan baku pakan ternak nasional.

Kebijakan ini dinilai membuka peluang besar bagi penguatan sektor peternakan, termasuk di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Pengalihan impor SBM tersebut mulai diberlakukan hari ini. SBM merupakan salah satu komponen utama dalam pakan ternak yang selama ini masih sangat bergantung pada impor.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi mengatakan, kebutuhan SBM untuk peternak di wilayah Kabupaten Kendal dan sekitarnya mencapai sekitar 2.200 ton per bulan. Angka itu menunjukkan tingginya aktivitas dan potensi sektor peternakan di daerah tersebut.

“Untuk kebutuhan para peternak di Kabupaten Kendal dan sekitarnya, dalam satu bulan bisa mencapai 2.200 ton SBM,” ujar Suwardi, Kamis 1/1/2025.

Selain SBM, Suwardi juga menyoroti kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan. Ia menyebut, khusus untuk Kabupaten Kendal, kebutuhan jagung mencapai 194.000 ton per tahun.

Menurutnya, potensi besar ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pasalnya, Kabupaten Kendal saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah peternak terbesar kedua secara nasional.

“Ini perlu saya sampaikan kepada Bupati bahwa Kendal, yang secara nasional berada di peringkat dua jumlah peternaknya, harus benar-benar digarap. Potensi pendapatannya sangat besar. Tinggal mau atau tidak,” tegasnya.

Suwardi bilang, Jawa Tengah, khususnya Kendal, memiliki posisi strategis sebagai lumbung jagung sekaligus sentra peternakan nasional. Oleh karena itu, ia mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung petani dan peternak.

Ia,berharap BUMD dapat berperan dalam membantu petani mulai dari penyediaan benih hingga penanaman jagung. Hasil panen jagung nantinya dapat diserap oleh BUMD untuk kemudian disalurkan kepada koperasi peternak.

“Skema kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) pertanian sekaligus NTP peternakan di daerah,” pungkasnya.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru