Hari Disabilitas Internasional Tahun 2023, Gubernur Khofifah : Ini yang di Fokuskan

- Redaksi

Minggu, 3 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar saat memberikan Motivasi kepada penyandang Disabilitas (Dok foto Ist)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar saat memberikan Motivasi kepada penyandang Disabilitas (Dok foto Ist)

SURABAYA, RadarBangsa.coid – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menekankan bahwa pembangunan di Jawa Timur telah menuju inklusivitas. Hal ini dilakukan dengan berbagai program yang telah berfokus pada inklusi sosial ekonomi untuk para penyandang disabilitas.

Pembangunan inklusivitas ini sejalan dengan tema di Hari Disabilitas Internasional 2023 “United in Action to Rescue and Achieve the SDGs for, with and by Persons with Disabilities” atau “Bersatu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk, dengan dan oleh Penyandang Disabilitas”.

“Pembangunan di Jawa Timur, telah menuju inklusifitas. Ini kami lakukan salah satunya dengan pembangunan dan renovasi infrastruktur yang telah menyediakan fasilitas ramah disabilitas. Seperti tempat-tempat pelayanan publik yang bisa diakses oleh kursi roda serta tanda-tanda yang dapat dipahami oleh penyandang disabilitas sensorik,” katanya, Minggu (3/12).

“Dengan koordinasi, perencanaan, dan pelaksanaan serta evaluasi yang cermat, kita harapkan seluruh saudara-saudara kita penyandang disabilitas ini memiliki derajat kesehatan yang optimal. Sehingga, mampu menunjang produktifitas dan partisipasi dalam masyarakat dan pembangunan,” tambahnya.

Untuk itu Gubernur Khofifah mengungkapkan, total ada 7 UPT Jawa Timur yang menangani disabilitas dan menjadi yang terbanyak di Indonesia. Bahkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim juga menerima penghargaan sebagai unit pelayanan publik terbaik penyedia Sarpras ramah kelompok rentan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (KemenPAN RB).

Kemudian untuk di sisi pendidikan, kata Khofifah, seluruh sekolah di Jawa Timur telah menjadi sekolah inklusi. Yang mana, akan bergerak untuk menuju penyediaan tenaga pendidik khusus untuk sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus.

“Sedangkan di bidang kesehatan, disabilitas diprioritaskan dalam aksesibilitas di pusat-pusat layanan kesehatan, termasuk dalam perhatian luar biasa untuk mendeteksi dini bagi disabilitas,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, pelayanan untuk kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas juga senantiasa diselenggarakan pemerintah. Antara lain dengan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, serta perlindungan sosial.

Di sisi lain, Khofifah menjelaskan, perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur amat besar terhadap para penyandang disabilitas. Dengan bukti dari berbagai bantuan yang telah diberikan.

Yakni seperti bantuan alat bantu mobilitas disabilitas sebanyak 2.741 unit, bantuan ASPD reguler tiap tahun untuk 4.000 penyandang disabilitas yang masing-masing menerima Rp 3,6 juta, serta top-up ASPD di triwulan IV untuk 3.367 difabel di 38 kabupaten/kota yang masing-masing mendapatkan Rp 250.000.

Sementara itu,di peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2023 di Jawa Timur diadakan di Trenggalek. Kabupaten ini dipilih oleh Gubernur Khofifah karena secara konsisten menjadi daerah inklusi ramah penyandang disabilitas.

Acara yang bertemakan “Aku, Kamu, Kita Setara” ini sendiri berjalan dengan khidmat serta berbagai penampilan menarik dan mengharukan dari para penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Timur juga mendapatkan penghargaan MURI sebagai pemrakarsa Mengaji Bahasa Isyarat Disabilitas Tuli Terbanyak. Di mana, Kami berhasil menghadirkan 250 peserta.

Penghargaan yang diserahkan oleh perwakilan MURI Ari Andriani kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang datang mewakili Gubernur Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Sekdaprov Adhy mengatakan, untuk para penyandang disabilitas memang memerlukan perhatian luar biasa. Hanya saja, pendekatan yang dilakukan tidak boleh lagi berbasis charity tapi pemberdayaan.

“Maka dari itu kami memastikan kesamaan hak peluang dan aksesibilitas. Karena secara nyata telah kita ketahui dengan bersama bahwa teman-teman disabilitas ini juga unggul sebagai pemusik, pegawai, mahasiswa, karyawan, dan lain-lain,” katanya.

“Bahkan banyak yang telah melampaui batas dengan kiprahnya di tingkat Nasional serta Internasional. Jadi ini adalah hari teman-teman disabilitas semua di mana kita akan bergembira dan mengapresiasi teman-teman,” tutup Adhy.

Lainnya:

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru