Hari Jamu Nasional, PKK Pasuruan Ajak Generasi Muda Tinggalkan Tren Boba dan Kembali ke Jamu

Rabu, 3 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Jamu Nasional 2026 di Auditorium Mpu Sindok Kabupaten Pasuruan, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peringatan Hari Jamu Nasional 2026 di Auditorium Mpu Sindok Kabupaten Pasuruan, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Di tengah menjamurnya tren kopi dan minuman boba, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali melirik jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Ajakan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Jamu Nasional 2026 yang digelar Tim Penggerak PKK bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (3/6). Kegiatan itu diisi dengan praktik membuat berbagai olahan jamu berbahan dasar empon-empon yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Ratusan pengurus PKK Kabupaten Pasuruan dan PKK kecamatan diajak mengenal sekaligus meracik minuman tradisional seperti sinom, jahe, temulawak, hingga beras kencur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali jamu sebagai minuman yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg Merita Rusdi Sutejo, tampak antusias mengikuti praktik pembuatan sinom. Menurutnya, minuman tradisional tersebut memiliki cita rasa yang menyegarkan sekaligus bermanfaat bagi kesehatan.

“Seneng banget bisa tahu cara membuat sinom yang segar tapi tetap menyehatkan dan berkhasiat,” ungkapnya.

Merita menilai konsumsi jamu di kalangan generasi muda masih kalah populer dibandingkan kopi maupun minuman kekinian lainnya. Padahal, jamu telah lama dikenal sebagai salah satu cara alami untuk menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Mungkin karena kurangnya edukasi sehingga anak-anak muda harus lebih membuka ruang untuk menerima jamu sebagai gaya hidup,” terangnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak sekadar mengenal jamu sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadikannya bagian dari kebiasaan sehari-hari.

“Mari menjamu masa depan dengan jamu. Mari kita terus hidup sehat dengan budaya minum jamu, lestarikan kearifan lokal dan bangga menggunakan produk nusantara,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina, mengatakan peringatan Hari Jamu Nasional menjadi momentum untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga atau asman toga menjadi minuman sehat.

Menurutnya, persepsi bahwa jamu identik dengan rasa pahit perlu diubah. Sebab, banyak olahan jamu yang memiliki rasa segar sekaligus memberikan manfaat kesehatan.

“Jamu yang dimaksud di sini bukan hanya jamu yang pahit saja. Tapi jamu yang segar saat diminum dan berkhasiat untuk kebugaran dan kesehatan tubuh kita. Inilah yang kami getuk tularkan agar membiasakan diri meminum jamu dari tanaman asman toga yang kita tanam sendiri atau membeli di pasar tradisional,” ucapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru