Hujan Ekstrem Picu Longsor di Pasuruan, Sejumlah Rumah Warga Rusak

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dan warga membersihkan reruntuhan rumah akibat longsor di Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas dan warga membersihkan reruntuhan rumah akibat longsor di Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBansa.co.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali menimbulkan dampak serius di Kabupaten Pasuruan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sejumlah kejadian tanah longsor yang menyebabkan kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa paling parah terjadi di Kecamatan Lumbang. Sebuah rumah milik Mansur, warga RT 10 RW 3 Dusun Sidorukun, Desa Panditan, ambruk pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Bagian belakang bangunan, terutama atap dan tembok, runtuh akibat tergerus aliran air hujan dari perbukitan di belakang rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, memastikan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

“Korban saat itu berada di dalam rumah. Beruntung, bagian yang rusak berada di sisi belakang sehingga tidak mengenai penghuni,” ujar Sugeng, Minggu (18/1/2026).

Selain Lumbang, longsor juga dilaporkan di Kecamatan Tutur. Bangunan kamar mandi milik Sri Rahayu, warga Dusun Ledok Kepor, Desa Ngadirejo, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah pada Sabtu sore. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Purwosari, di mana dapur rumah Sodikin, warga RT 3 RW 4 Dusun Krajan, Desa Karangrejo, rusak parah setelah bagian belakang rumah ambruk.

Sugeng menjelaskan, intensitas hujan tinggi dalam durasi lama menjadi faktor utama pemicu longsor di wilayah lereng dan perbukitan. “Gerusan air hujan sangat kuat, ditambah angin kencang, sehingga tanah tidak stabil,” katanya.

BPBD mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan lereng pegunungan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. “Kami minta masyarakat lebih berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” tegas Sugeng.

Sebagai tindak lanjut, BPBD bersama pemerintah desa dan warga setempat telah melakukan kerja bakti membersihkan material longsor serta melakukan pemantauan lanjutan guna mencegah risiko susulan.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru