LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali mencatatkan prestasi di tingkat provinsi. Dua inovasi pelayanan publik daerah ini berhasil menembus Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, sekaligus menegaskan konsistensi Lamongan dalam mendorong layanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dua inovasi tersebut yakni Megilan Entrepreneur (Megpreneur) yang digagas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan serta Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) yang dikembangkan Puskesmas Turi. Megpreneur masuk kategori pemerataan ekonomi dan penguatan UMKM, sementara Tas Mantri dinilai unggul dalam penyediaan layanan kesehatan inklusif.
Megpreneur dirancang sebagai program inkubasi bisnis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Program ini membina 155 tim usaha dari berbagai sektor, mulai agribisnis, kuliner, fesyen, industri kreatif, pariwisata, hingga jasa. Dampaknya tercermin dari peningkatan omzet peserta, dari rata-rata Rp3,5 juta pada 2022 menjadi Rp4,5 juta di 2023, dan melonjak ke Rp5,8 juta pada 2024.
Sementara itu, Tas Mantri fokus mendekatkan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas melalui pendekatan berbasis keluarga. Program ini menyediakan layanan Home Care Service dua kali dalam sepekan, pelatihan caregiver dua kali setahun, serta bantuan alat kesehatan penunjang seperti tensi meter, alat bantu mobilisasi, dan peralatan laboratorium sederhana bagi sedikitnya 15 penerima manfaat setiap tahun.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa seluruh inovasi daerah disusun sejalan dengan dokumen perencanaan pembangunan. “Seluruh inovasi di Kabupaten Lamongan didukung Peraturan Daerah dan selaras dengan RPJMD, 15 program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, dan RKPD. Tujuan utamanya memberikan pelayanan maksimal sekaligus menambah nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Yuhronur usai menerima penghargaan dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Jumat (12/12).
Capaian ini memperkuat posisi Lamongan sebagai daerah yang adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan pelayanan publik berkelanjutan.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








