Ipuk Raih Penghargaan Pembina K3 Terbaik Jatim, Banyuwangi Dinilai Konsisten Lindungi Keselamatan Kerja

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo menerima penghargaan Pembina K3 Terbaik Jatim mewakili Bupati Ipuk. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo menerima penghargaan Pembina K3 Terbaik Jatim mewakili Bupati Ipuk. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun lingkungan kerja yang aman serta sehat kembali mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dianugerahi penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diterima oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, yang mewakili Bupati Ipuk. Penyerahan berlangsung dalam Upacara Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Stadion Utama Petrokimia Gresik (GOR Tridharma), Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026).

Bupati Ipuk menyatakan penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi pemerintah daerah dalam mendorong penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai sektor usaha yang beroperasi di Banyuwangi.

“Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, khususnya bagi para pekerja di perusahaan yang beroperasi di Banyuwangi,” ujar Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi.

Dalam rangkaian acara yang sama, Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan penghargaan Zero Accident kepada 20 perusahaan di Kabupaten Banyuwangi. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai berhasil menekan angka kecelakaan kerja melalui penerapan K3 secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, empat perusahaan lainnya dari Banyuwangi memperoleh penghargaan atas keberhasilan mereka dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), serta pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan tuberkulosis di tempat kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi, Abdul Latif, mengatakan pemerintah daerah secara aktif melakukan pendampingan dan pengawasan bersama pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Banyuwangi.
“Penerapan K3 yang baik tidak hanya menekan risiko kecelakaan kerja, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja di Banyuwangi,” kata Abdul Latif.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru