SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur mencatat nilai transaksi tertinggi secara nasional dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Berdasarkan data dashboard Simkopdes per 7 Juli 2026, total transaksi koperasi di Jawa Timur mencapai Rp17,45 miliar atau lebih dari separuh nilai transaksi nasional yang tercatat sebesar Rp30,06 miliar.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, angka transaksi yang terus bergerak menunjukkan koperasi tidak hanya hadir secara administratif, tetapi mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
“Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, pengurus koperasi hingga masyarakat yang terlibat dalam pengembangan ekonomi desa.
Sebelumnya, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang menuntaskan pembentukan badan hukum bagi 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Keberadaan badan hukum tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat operasional koperasi di seluruh wilayah.
Khofifah menilai tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi mampu berkembang menjadi pusat layanan ekonomi desa yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Fokus pengembangan tidak lagi sebatas jumlah koperasi yang terbentuk, melainkan kualitas dan produktivitas lembaga tersebut.
“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.
Menurut Khofifah, penguatan koperasi juga perlu dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha lokal. Koperasi didorong bersinergi dengan UMKM, BUMDes, kelompok tani, kelompok nelayan hingga pelaku ekonomi kreatif agar tercipta ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan.
Tingginya nilai transaksi Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Timur menjadi indikator awal tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis desa. Dengan semakin optimalnya operasional koperasi di berbagai daerah, nilai transaksi diperkirakan terus meningkat dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas usaha, dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar