Jawa Timur Tertinggi Nasional, 132.364 Perusahaan Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan; Gubernur Khofifah Tekankan Iklim Usaha Sehat

Kamis, 26 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat capaian signifikan di sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sebanyak 132.364 perusahaan di Jawa Timur telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 2025. Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah perusahaan peserta terbanyak secara nasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut bukan sekadar statistik, melainkan indikator nyata kepatuhan dunia usaha terhadap regulasi perlindungan tenaga kerja.

“Ini bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa perusahaan-perusahaan di Jawa Timur memiliki kesadaran dan komitmen dalam memberikan perlindungan kepada pekerjanya. Ini menggambarkan lingkungan kerja yang sehat,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (26/2/2026).

Secara nasional, total perusahaan peserta program BPJS Ketenagakerjaan tercatat 875.641 perusahaan. Jawa Timur menyumbang sekitar 15 persen dari total tersebut. Posisi ini mengungguli DKI Jakarta dengan 116.824 perusahaan, Jawa Tengah sebanyak 107.420 perusahaan, dan Jawa Barat dengan 98.029 perusahaan.

Capaian ini dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan perlindungan pekerja, terutama dalam jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian, hingga jaminan pensiun. Perlindungan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan industrial yang stabil dan produktif.

Menurut Khofifah, kepatuhan perusahaan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan juga berkorelasi dengan iklim investasi yang kondusif. Investor, baik domestik maupun asing, membutuhkan kepastian hukum dan kepatuhan regulasi sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

“Kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan menunjukkan bahwa ekosistem usaha di Jawa Timur tertib dan memiliki kepastian hukum. Ini menjadi nilai tambah dalam menarik investasi,” tegasnya.

Sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional, Jawa Timur memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri manufaktur, perdagangan, dan sektor jasa. Dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi daerah berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemprov Jawa Timur akan memperkuat sinergi dengan asosiasi industri, dunia usaha, serta BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan perlindungan, khususnya bagi perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya.

“Dunia usaha harus patuh dan tenaga kerja harus terlindungi. Kami ingin memastikan seluruh pekerja di Jawa Timur mendapatkan perlindungan optimal agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan merata,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru