SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, melakukan ziarah ke makam ayahandanya, KH Masykur Hasyim, Sabtu (14/2). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Valentine itu dimaknai sebagai momentum refleksi dan penguatan spiritual menjelang bulan ibadah.
Ziarah berlangsung khidmat dengan kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga merupakan bibi Lia. Keduanya bersama keluarga besar memanjatkan doa untuk almarhum KH Masykur Hasyim serta anggota keluarga lain yang telah wafat.
Di area pemakaman keluarga, Lia menabur bunga dan memimpin doa bersama. Ia menilai tradisi ziarah kubur memiliki relevansi kuat dalam menyambut Ramadan, karena menjadi sarana introspeksi sekaligus pengingat akan hakikat kehidupan.
“Bagi saya, ziarah makam itu penting. Ini momentum untuk mendoakan orang tua dan mengingatkan diri bahwa kita pun akan menyusul. Ramadan adalah bulan penyucian jiwa, maka kita awali dengan doa dan refleksi,” ujar Lia dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu (14/02/2026).
Menurut dia, ziarah kubur memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan bukan praktik yang menyimpang. Lia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i tentang anjuran membacakan Surah Yasin kepada orang yang telah wafat.
Ia juga merujuk riwayat dari Ibnu Abbas RA mengenai kebiasaan Rasulullah SAW memberi salam kepada ahli kubur saat melintas di pemakaman Madinah sebagai bentuk doa dan penghormatan.
Sebagai senator yang membidangi aspirasi daerah, Lia menyatakan bahwa momen spiritual seperti ini juga menjadi pengingat tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah publik.
“Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa cinta sejati bukan sekadar simbol perayaan, tetapi juga doa yang tak pernah putus bagi orang-orang tercinta yang telah mendahului, serta perjuangannya,” kata dia.
Tradisi ziarah menjelang Ramadan sendiri lazim dilakukan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari persiapan batin menyambut bulan puasa. Selain mempererat silaturahmi keluarga, praktik ini dinilai memperkuat kesadaran spiritual dan nilai kebersamaan.
Menjelang Ramadan, Lia berharap masyarakat dapat memaknai bulan suci tidak hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan memperkuat solidaritas sosial. Ia memastikan akan terus menjalankan tugas konstitusionalnya di DPD RI dengan semangat pengabdian yang berakar pada nilai keluarga dan keimanan.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








