Jemaah Haji Pertama Tiba di Surabaya, Gubernur Khofifah Ungkap Teknologi yang Pangkas Antrean

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kepulangan jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya di Asrama Haji Surabaya, Senin, 1 Juni 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kepulangan jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya di Asrama Haji Surabaya, Senin, 1 Juni 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kepulangan jemaah haji asal Jawa Timur mulai berlangsung. Sebanyak 378 jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo tiba di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6/2026) malam.

Kedatangan rombongan jemaah disambut langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Suasana haru dan syukur mewarnai momen kepulangan para tamu Allah yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Namun ada hal menarik yang menjadi perhatian dalam proses kedatangan tahun ini. Para jemaah tidak lagi harus melalui antrean panjang pemeriksaan imigrasi seperti sebelumnya. Pemerintah menghadirkan teknologi Imigration Seamless Process Corridor Gate yang memungkinkan proses verifikasi berlangsung jauh lebih cepat.

Setibanya di Asrama Haji Surabaya, para jemaah cukup melewati sistem pemeriksaan biometrik berbasis sensor iris mata sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan melalui thermal scanner dari Kementerian Kesehatan.

“Alhamdulillah kita menyambut para jemaah haji dalam keadaan fresh dan semoga seluruh jemaah haji mendapatkan gelar haji mabrur dan mabruroh. Selamat datang kembali di tanah air,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, inovasi tersebut menjadi lompatan penting dalam pelayanan publik bagi jemaah haji. Sistem digital yang diterapkan mampu mempercepat proses pemeriksaan tanpa mengurangi aspek keamanan dan kehati-hatian.

“Teknologi ini memudahkan jemaah haji yang hanya melewati dan terdeteksi oleh sensor iris mata sehingga tanpa mengeluarkan paspor dan pemeriksaan dilakukan sangat cepat serta berdasarkan asas prudent atau kehati-hatian,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia yang kerap mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Khofifah mengaku mengapresiasi langkah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang menghadirkan layanan tersebut di titik kedatangan jemaah haji.

“Kita berterima kasih atas seluruh inovasi layanan publik yang dilakukan memberikan kemudahan dan percepatan kepada seluruh jemaah haji yang tiba di tanah air,” katanya.

Selain menyampaikan ucapan selamat datang, Khofifah juga mengajak seluruh jemaah dan keluarga yang hadir untuk mendoakan jemaah asal Jawa Timur yang wafat saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Ia menyampaikan duka mendalam sekaligus berharap seluruh amal ibadah para jemaah yang meninggal dunia diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Di hadapan ratusan jemaah, Khofifah menyebut Kloter I Debarkasi Surabaya sebagai kelompok pertama yang menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air.

“Insyaallah seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah serta semakin meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Jawa Timur M. As’adul Anam menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan kondisi yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama dari aspek kesehatan jemaah.

“Tercatat pelaksanaan haji tahun 2026 ini terutama pada kloter satu terdapat satu orang yang wafat dan satu orang lainnya sedang dirawat karena sakit,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap layanan Seamless Corridor milik Imigrasi yang mampu memangkas waktu pemeriksaan dan mempercepat proses kepulangan jemaah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak imigrasi atas seluruh layanan percepatan kepada para jemaah haji melalui alat Seamless Corridor. Kita bersyukur alat ini hanya ada dua untuk kepulangan jemaah haji, yakni di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya,” ujarnya.

Kepulangan Kloter I menjadi penanda dimulainya fase pemulangan jemaah haji Jawa Timur dari Arab Saudi. “Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat dan efisien, penerapan teknologi imigrasi baru ini menjadi harapan bagi pelayanan haji yang semakin modern, nyaman, dan ramah bagi jemaah, khususnya para lansia yang membutuhkan perhatian lebih selama perjalanan pulang ke tanah air, “pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Berita Terbaru