Kapolda Jateng jenguk Brigadir Eka, korban penyanderaan anarko saat amankan demo May Day

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, menjenguk Brigadir Eka di RS Bhayangkara Semarang pada Jumat (2/5). Brigadir Eka tengah menjalani perawatan intensif usai menjadi korban penyanderaan oleh kelompok yang diduga Anarko saat aksi demonstrasi buruh memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Kamis (1/5) di komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Aksi damai buruh yang semula berjalan tertib dengan orasi dan lantunan sholawat mendadak berubah ricuh. Sejumlah orang berpakaian serba hitam yang diduga kelompok Anarko datang dan memprovokasi massa. Melihat situasi memanas, aparat kepolisian sigap mengamankan para buruh ke dalam area kantor gubernur.

“Anggota kami bergerak cepat melindungi para buruh agar tidak terlibat dalam kerusuhan. Namun, kelompok Anarko justru semakin brutal,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto.

Kelompok tersebut dilaporkan merusak pagar kantor gubernur, membakar ban, serta melempari petugas. Dalam kekacauan itu, Brigadir Eka yang sedang menjalankan tugas secara tertutup, disandera oleh kelompok tersebut.

“Penyanderaan terhadap aparat yang sedang bertugas adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Kami akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Artanto.

Brigadir Eka berhasil dibebaskan pada malam hari dan segera dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, kondisinya dilaporkan mulai membaik dan mendapat pendampingan dari tim medis serta psikologis.

Kapolda Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan rasa prihatin dan memastikan institusi akan mendampingi proses pemulihan Brigadir Eka.

“Keselamatan anggota adalah prioritas utama kami. Setiap personel yang bertugas membawa kehormatan institusi. Kami akan memberikan perhatian yang serius terhadap insiden ini,” ujar Kapolda.

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan personel Polda Jateng dalam mengendalikan situasi tanpa membahayakan masyarakat.

“Harapannya, kejadian ini tidak terulang kembali. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi,” pungkasnya.

Pihak Polda Jateng saat ini tengah menyelidiki dalang dan jaringan dari kelompok Anarko tersebut guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan tuntas.

Lainnya:

Penulis : Agus

Editor : Bandi

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru