Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman Karhutla di Teluk Meranti, Lahan Gambut 4 Hektar Terbakar

Sabtu, 28 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan dipimpin Kapolres Pelalawan memadamkan karhutla di Teluk Meranti, Sabtu (28/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim gabungan dipimpin Kapolres Pelalawan memadamkan karhutla di Teluk Meranti, Sabtu (28/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, terus dilakukan. Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara turun langsung memimpin operasi pemadaman pada Sabtu (28/3/2026).

Kebakaran yang memasuki hari kedua ini melanda lahan gambut seluas sekitar 4 hektar. Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang belum sepenuhnya terkendali.

Dalam operasi tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops AKP Yulhairi, Kasat Lantas AKP Tatit Riskyan Hanafie, Kasat Polair AKP Mardani Thohenes, serta Kapolsek Teluk Meranti IPDA Vicky Risky. Mereka memimpin tim gabungan yang terdiri dari 40 personel Polri, 10 personel Manggala Agni, serta masing-masing 20 personel dari RPK PT GAS dan RPK PT Arara Abadi.

Pemadaman dilakukan di titik koordinat 0.212602, 102.277909 dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti kendaraan roda dua dan roda empat, mesin pompa air, selang, hingga dukungan drone untuk pemantauan udara.

“Pemadaman karhutla ini merupakan upaya kami untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk kebakaran hutan,” ujar AKBP John Louis Letedara.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus bekerja hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses lokasi yang sulit, cuaca panas ekstrem, hingga angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Selain itu, area kebakaran diketahui merupakan jalur lintasan harimau Sumatera, sehingga operasi tidak dapat dilakukan maksimal hingga malam hari demi keselamatan personel.

Karhutla di lahan gambut berpotensi menimbulkan asap pekat yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu, upaya mitigasi terus diperkuat.

Hingga saat ini, titik api masih terpantau menyala dan dalam proses penanganan. Kapolres mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga lingkungan. “Kami harap peran aktif masyarakat untuk mencegah kebakaran serupa di masa mendatang,” pungkasnya.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru