LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Seorang pria berusia 76 tahun, M Kholil, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (28/9/2026) sore.
Korban dilaporkan kepada Polsek Laren sekitar pukul 15.30 WIB setelah seorang warga menemukan dirinya dalam kondisi tidak bergerak di area persawahan yang baru selesai dipanen.
Kapolsek Laren AKP Anang Purwo Widodo mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan kepada keluarganya untuk mencari jerami atau damen padi yang akan digunakan sebagai pakan ternak sapi miliknya.
“Sekitar pukul 14.00 WIB, korban berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke sawah mencari jerami atau damen padi untuk pakan ternak sapinya,” ujar Anang.
M Kholil diketahui merupakan warga RT 005/RW 013, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Saat ditemukan, korban berada di area persawahan Desa Brangsi.
Sekitar pukul 15.30 WIB, seorang saksi bernama Arip datang untuk melihat sawah milik ayahnya. Di lokasi, Arip melihat seseorang berada di bagian timur sawah. Korban mengenakan pakaian berwarna putih dan berada dalam posisi bersujud menghadap utara.
Arip kemudian mencari pertolongan dan bertemu dengan M Asikin. Informasi tersebut diteruskan kepada kepala desa hingga Polsek Laren.
“Ketika melihat korban dalam posisi tersebut dan tidak bergerak, saksi kemudian mencari pertolongan. Saksi bertemu dengan M Asikin dan menyampaikan kejadian itu, yang selanjutnya diteruskan kepada kepala desa dan Polsek Laren,” kata Anang.
Petugas Polsek Laren selanjutnya mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Puskesmas Laren, ambulans serta tenaga medis bidan desa untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban telah meninggal dunia. Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.
“Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” tegas Anang.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit diabetes. Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui telah dua kali pergi ke sawah untuk mencari damen. Ia sempat kembali pada pagi hari sebelum kemudian pergi lagi setelah zuhur.
“Keluarga menyampaikan korban memiliki riwayat diabetes dan menduga korban mengalami kelelahan serta dehidrasi karena berada di sawah dalam kondisi cuaca panas,” tambah Anang.
Keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah. Pihak keluarga juga menyatakan tidak menuntut siapa pun secara hukum.
“Terkait kejadian ini, keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta tidak menuntut siapa pun,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar