Kapolsek Tikung dan Forkopimcam Sepakati Aturan Ramadhan, Tekan Gangguan Kamtibmas dan Konten Negatif di Lamongan

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo bersama Forkopimcam dan MUI Kecamatan Tikung saat rapat koordinasi menyambut Ramadan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo bersama Forkopimcam dan MUI Kecamatan Tikung saat rapat koordinasi menyambut Ramadan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Forkopimcam Kecamatan Tikung bersama Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat. Kesepakatan itu dirumuskan dalam agenda silaturahmi dan rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Rapat koordinasi yang berlangsung pada Selasa (20/1/2026) tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, tokoh agama, kepala desa, hingga pengurus MUI desa se-Kecamatan Tikung. Forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor guna menyamakan persepsi menghadapi potensi gangguan sosial selama Ramadhan.

Camat Tikung, Sujirman Sholeh, S.E., M.M., menegaskan bahwa stabilitas wilayah menjelang dan selama Ramadan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sosial masyarakat, khususnya generasi muda.
“Mari kita ciptakan situasi yang kondusif menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Sinergi ini penting agar Kecamatan Tikung bisa menjadi contoh kecamatan lain, terutama dalam membina perilaku generasi muda agar tidak mudah terprovokasi isu hoaks,” ujar Sujirman dalam sambutannya.

Ketua MUI Kecamatan Tikung, Drs. H. Saifuddin Zuhri, menyoroti tantangan baru berupa derasnya arus informasi di media sosial yang dinilai berpotensi merusak moral generasi muda jika tidak disikapi secara bijak. Ia menekankan pentingnya kesinambungan peran MUI desa dan kecamatan dalam menjaga harmoni sosial.

“Kami ingin kolaborasi antara MUI desa, MUI kecamatan, pemerintah desa, dan Forkopimcam terus diperkuat. Di tengah maraknya konten negatif di media sosial, kita harus bersama-sama menjaga agar wilayah Tikung tetap aman, kondusif, dan membawa keberkahan,” kata Saifuddin Zuhri.

Ia juga menyatakan dukungan penuh MUI terhadap langkah-langkah Forkopimcam dalam menciptakan ketenteraman selama Ramadan, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwo Widodo, S.H., menyampaikan bahwa kondisi keamanan wilayah hingga saat ini terpantau aman dan terkendali. Namun, ia menegaskan bahwa kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang Ramadan.

“Kami telah melaksanakan patroli pada jam-jam rawan, sambang desa, serta dialog langsung dengan tokoh agama dan masyarakat. Kami juga meminta kepala desa agar segera melaporkan setiap permasalahan, sekecil apa pun, melalui Bhabinkamtibmas,” tegas AKP Anang Purwo Widodo.

Dalam forum tersebut, Kapolsek juga mengajak seluruh pihak menyepakati larangan penggunaan sound system berlebihan saat sahur, khususnya yang disertai atribut perguruan silat, karena berpotensi memicu gangguan ketertiban umum.

“Kami ingin Ramadan di Kecamatan Tikung berjalan aman, nyaman, dan kondusif. Kuncinya adalah saling mengingatkan dan bersinergi,” tambahnya.

Rapat koordinasi menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret yang akan menjadi pedoman selama Ramadan. Di antaranya, penggunaan pengeras suara untuk tadarus dibatasi hanya di dalam masjid atau musala, sementara pengeras suara luar dimatikan. Selain itu, kegiatan membangunkan sahur dengan sound system dan atribut tertentu disepakati untuk dilarang.

Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah preventif guna menekan potensi konflik sosial sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat.

pemerintah desa diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas sosial serta ketenangan masyarakat selama bulan suci.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru