Kapolsek Tikung Ungkap Fakta Korban Bunuh Diri di Desa Pengumbulanadi Lamongan

Rabu, 11 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian dan tim medis mengevakuasi jenazah korban bunuh diri di Desa Pengumbulanadi, Tikung, Lamongan, Rabu (11/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas kepolisian dan tim medis mengevakuasi jenazah korban bunuh diri di Desa Pengumbulanadi, Tikung, Lamongan, Rabu (11/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id  – Warga Dusun Pengaron, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan digegerkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang pria bernama Suradi (41), Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban ditemukan tewas dengan luka di leher akibat sabit yang diduga digunakan untuk menggorok dirinya sendiri.

 

Peristiwa bunuh diri itu terjadi di sebuah gubuk sawah milik warga setempat. Saat ditemukan, korban sudah tergeletak bersimbah darah di dalam gubuk dengan sabit berada di dekat tubuhnya. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Tikung.

 

Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari puskesmas setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Soegiri Lamongan guna dilakukan pemeriksaan visum.

 

Laporan  Polsek Tikung, sebelum kejadian Suradi diketahui berjalan kaki melewati area persawahan sambil membawa sabit. Di lokasi tersebut, korban sempat bertemu dua saksi, yakni Surat (65) dan Sutrisno (53), yang merupakan tetangga sawah korban.

 

Kepada para saksi, Suradi sempat menanyakan alat untuk mengasah sabit di gubuk milik warga bernama H. Kuwan yang berada sekitar 4-5 meter dari lokasi mereka. Setelah itu, korban terlihat mengasah sabit di depan gubuk tersebut.

 

Namun sekitar 20 menit kemudian, kedua saksi merasa curiga karena korban tidak lagi terlihat di sekitar area sawah. Saat dicek ke dalam gubuk, mereka mendapati Suradi sudah dalam kondisi tergeletak dengan luka parah di bagian leher.

 

Sabit yang sebelumnya diasah ditemukan berada di samping tubuh korban. Kedua saksi kemudian segera menghubungi keluarga korban. Informasi itu diteruskan kepada kepala desa dan dilaporkan ke Polsek Tikung.

 

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

 

“Begitu menerima laporan, tim Polsek bersama puskesmas langsung menuju TKP, melakukan olah tempat kejadian, mencatat keterangan saksi, dan mengamankan barang bukti berupa sabit milik korban. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Soegiri untuk visum,” ujarnya.

 

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, korban sebelumnya tidak lagi bekerja sebagai kuli bangunan. Suradi juga disebut mengalami gagal panen akibat banjir yang melanda lahan pertaniannya beberapa waktu terakhir.

 

Kondisi tersebut diduga membuat korban mengalami tekanan ekonomi dan depresi. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh kronologi peristiwa secara akurat.

 

Keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka juga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun baik secara pidana maupun perdata.

 

“Korban meninggal dunia karena menggorok lehernya sendiri dan keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Kami berharap masyarakat lebih peka terhadap kondisi psikologis warga sekitar agar tragedi serupa dapat dicegah,” pungkas AKP Anang Purwo Widodo.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice
Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL
Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas
Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan
Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan
Polres Lamongan dan Polsek Tikung Siagakan Personel Gabungan Amankan Aksi Damai FSP Kahutindo di PT PHS
Polisi Turun ke Jalan Lamongan, Polsek Tikung Amankan Arus Pagi di 3 Titik
Operasi BKC di Lamongan Sita 9.680 Batang Rokok Ilegal, Terbanyak di Pucuk

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:32

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice

Selasa, 15 September 2026 - 16:34

Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 15 September 2026 - 15:56

Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 15:48

Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan

Selasa, 15 September 2026 - 15:40

Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan

Berita Terbaru