Karena Antikorupsi, Desa di Kendal Ini Dapat Rp187,5 Juta, Bikin Iri Desa Lain

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades  Abdul Malik secara simbolis membawa nilai uang yang di terima dari Gubernur Jateng.(RadarBangsa.co.id).

Kades Abdul Malik secara simbolis membawa nilai uang yang di terima dari Gubernur Jateng.(RadarBangsa.co.id).

KENDAL, RadarBangsa.co.id – Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, kembali mendapat kucuran bantuan dari Pemprov Jawa Tengah. Kali ini nilainya mencapai Rp187,5 juta.

Kepala Desa Ngampel Wetan Abdul Malik mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jateng atas komitmen desanya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Ini merupakan bentuk dukungan konkret Pemprov kepada desa yang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap tata kelola yang bersih,” kata Abdul Malik dalam keterangannya. Pada Selasa (29/4/2025).

Penyerahan dilakukan usai kegiatan Sekolah Antikorupsi yang digelar Pemprov Jateng di Jatidiri, Semarang.

Ngampel Wetan tercatat sebagai satu-satunya desa dari Kabupaten Kendal yang lolos program Desa Antikorupsi.

Abdul Malik menyampaikan, dana bantuan tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung kantor Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

Pihaknya, juga sudah mengajukan ke Dispermades Kendal dan Provinsi Jateng serta Inspektorat. Tahun berikutnya Pemdes Ngampel Wetan,pun berupaya ingin mempertahankan prestasi.

“Harapannya tahun depan kami ingin tetap lolos verifikasi administrasi dan terus menjadi bagian dari desa antikorupsi di Jawa Tengah,” ujar Malik.

Ini bukan kali pertama Desa Ngampel Wetan menerima insentif dari pemerintah provinsi.

Tahun lalu, desa Ngampel Wetan juga mendapat bantuan senilai Rp200 juta dari Inspektorat Jateng setelah lolos verifikasi sebagai desa antikorupsi.

Malik menambahkan, desanya setiap tahun dievaluasi oleh Inspektorat Jateng, dan setiap lima tahun sekali dinilai langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Total ada 30 desa di Jawa Tengah yang lolos program Desa Antikorupsi tahun ini.

“Penilaiannya mencakup aspek transparansi anggaran, pengelolaan keuangan, dan pelayanan publik bebas pungli,”tandas Malik Kades Ngampel Wetan.

Lainnya:

Penulis : Rob

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru