Karhutla Hari Ketujuh di Pangkalan Kerinci, Ratusan Personel Berjibaku Jinakkan Api

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel gabungan saat melakukan pendinginan karhutla di Pangkalan Kerinci, Sabtu (29/8). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Personel gabungan saat melakukan pendinginan karhutla di Pangkalan Kerinci, Sabtu (29/8). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, memasuki hari ketujuh. Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan di lahan gambut yang terbakar.

Upaya penanganan dipimpin Polres Pelalawan dengan pemantauan melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Kegiatan berlangsung pada Sabtu pagi hingga selesai.

Pemadaman dipimpin Kabag Ren Polres Pelalawan, didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci dan Kalaksa BPBD Kabupaten Pelalawan.

Di lokasi, Kabag Ren menyampaikan fokus penanganan diarahkan pada penyekatan di ujung lahan dan proses pendinginan. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, perusahaan, dan masyarakat dinilai penting untuk mengendalikan kebakaran.

“Upaya pemadaman kita fokuskan di ujung lahan. Sinergitas semua pihak harus terus kita jaga. Kendala utama saat ini adalah sumber air, sehingga bantuan Water Bombing sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman,” ujarnya.

Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan sebagian tanaman kelapa sawit milik warga. Hingga hari ketujuh, area terdampak diperkirakan mencapai ratusan hektare.

Namun, data pasti mengenai penambahan luas lahan yang terbakar masih menunggu hasil dari Tim GIS Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Sejumlah titik api juga masih terpantau aktif di bagian ujung lahan.

Penanganan melibatkan ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Damkar Kabupaten Pelalawan, tim perusahaan, MPA, serta masyarakat Desa Terusan.

Sejumlah peralatan turut dikerahkan, mulai dari helikopter Water Bombing dari BPBD Provinsi Riau, alat berat perusahaan, mesin mini striker beserta selang, pompa induk, mesin Maxtree, mesin Sibahura, hingga drone untuk pemantauan dari udara.

Kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri. Minimnya sumber air akibat kemarau panjang, akses jalan yang sulit menuju titik api, serta angin kencang membuat api cepat merambat ke arah utara dan selatan.

Selain pemadaman langsung dan pendinginan, petugas melakukan pembuatan skat kanal dan embung untuk penyekatan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan juga terus dilakukan.

Bupati Pelalawan bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau terkait penambahan bantuan Water Bombing. Di sisi lain, penyelidikan awal mengenai penyebab kebakaran juga dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dengan fokus di wilayah perbatasan Desa Terusan. Kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru