Kasus Pencabulan di Kota Batu Gegerkan Warga, Polisi Tegas: Tak Ada Restorative Justice untuk Kejahatan Seksual

Jumat, 15 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Batu Iptu Joko Suprianto,SH, (IST)

Kasat Reskrim Polres Batu Iptu Joko Suprianto,SH, (IST)

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Upaya mediasi antara terduga pelaku dan keluarga korban dalam kasus dugaan pencabulan di Kecamatan Batu, Jawa Timur, dipastikan tidak akan menghentikan proses hukum. Kepolisian menegaskan, perkara ini termasuk kategori tindak pidana yang tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).

Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, menjelaskan bahwa aturan ini sudah jelas diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. Dalam peraturan tersebut, kejahatan terhadap kesusilaan seperti pencabulan termasuk dalam daftar kasus yang dikecualikan dari penyelesaian damai.

“Setiap bentuk kekerasan seksual, termasuk pencabulan, adalah extraordinary crime yang tidak bisa dihentikan dengan Restorative Justice,” ujar Joko mewakili Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, Jumat (15/8/2025).

Ia menegaskan, kesepakatan damai atau pemberian kompensasi tidak menghapus proses hukum. Kasus pencabulan merupakan delik umum yang menyangkut kepentingan publik, sehingga penyelidikan dan penyidikan akan tetap berjalan meski para pihak sepakat berdamai.

Selain itu, Joko mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menghalangi jalannya proses hukum. Menurutnya, tindakan seperti memberikan tekanan, intimidasi, atau tawaran uang damai kepada korban justru dapat masuk dalam kategori tindak pidana baru.

“Kami tidak ingin ada yang bermain di luar hukum. Perlindungan terhadap korban adalah prioritas, dan proses hukum harus dijalankan sesuai prosedur,” tegasnya.

Kasus dugaan pencabulan ini menjadi perhatian publik setelah beredar kabar bahwa keluarga tersangka mencoba menempuh jalur mediasi. Langkah itu menuai perdebatan di masyarakat, mengingat perbuatan yang disangkakan menyentuh ranah kesusilaan.

Dalam sistem hukum Indonesia, Restorative Justice merupakan pendekatan penyelesaian perkara yang mengutamakan pemulihan hubungan antara pelaku dan korban, namun tidak berlaku untuk kejahatan tertentu, termasuk kekerasan seksual. Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan ketentuan dalam KUHP yang menggolongkan pencabulan sebagai tindak pidana serius.

Joko menambahkan, praktik mediasi dalam perkara pencabulan justru berpotensi mengabaikan rasa keadilan bagi korban. Dengan menjalankan proses hukum penuh, pihak kepolisian berharap dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan menjadi peringatan keras bagi siapa pun untuk tidak melakukan kekerasan seksual.

“Kasus ini pengingat bahwa perlindungan korban adalah yang utama, dan penegakan hukum adalah kewajiban. Tidak ada ruang untuk negosiasi dalam kejahatan kesusilaan,” tutup Joko.

Penulis : wanto

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru