Kehadiran Lia Istifhama di IKA-PMII, 10 Peran Strategis yang Dinilai Perkuat Gerakan Alumni untuk Rakyat

Jumat, 27 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lia Istifhama saat menghadiri agenda IKA-PMII di Surabaya, Jumat (27/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lia Istifhama saat menghadiri agenda IKA-PMII di Surabaya, Jumat (27/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kehadiran Lia Istifhama dalam struktur Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) dinilai membawa energi baru bagi arah gerakan alumni. Sosok yang akrab disapa Ning Lia itu disebut tidak sekadar melengkapi kepengurusan, tetapi juga memperkuat orientasi organisasi agar semakin dekat dengan kepentingan masyarakat.

Pandangan tersebut mengemuka dalam tulisan reflektif Abdullah Amas, yang menyoroti sejumlah makna strategis di balik masuknya Lia Istifhama ke dalam struktur IKA-PMII. Ia menilai, kehadiran Lia menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi organisasi yang lebih adaptif dan responsif.

Dalam pemaparannya, Abdullah menyebut setidaknya terdapat sepuluh peran strategis yang melekat pada Lia Istifhama. Pertama, ia dinilai mampu memperkuat posisi IKA-PMII sebagai organisasi yang membumi, berkat pengalaman panjangnya bergerak di akar rumput.

Kedua, Lia dianggap mewarisi semangat perjuangan tokoh perempuan Nahdlatul Ulama, yang selama ini menjadi inspirasi gerakan sosial keagamaan. Kedekatannya dengan sejumlah tokoh nasional disebut turut memperkuat posisi tersebut.

Ketiga, kehadirannya menjadi representasi kepemimpinan perempuan masa depan. Ia dipandang sebagai figur potensial yang dapat melahirkan kepemimpinan perempuan berpengaruh dari lingkungan organisasi alumni.

Keempat, rekam jejak organisasi Lia dinilai menunjukkan kapasitas sebagai motor penggerak yang mampu mempercepat program dan meningkatkan mobilitas organisasi. Hal ini kemudian beririsan dengan poin kelima, yakni keselarasan gaya kepemimpinannya yang rendah hati namun efektif.

Selanjutnya, Lia juga disebut menjadi inspirasi bagi kader perempuan, khususnya di lingkungan PMII Putri (KOPRI). Ia dinilai mampu menjadi contoh nyata bahwa perempuan dapat tampil di garis depan perjuangan.

Peran ketujuh menyoroti perpaduan latar belakang Lia yang kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama dengan aktivisme di tingkat akar rumput. Kombinasi ini dinilai menjadikannya figur yang autentik dan relevan lintas kalangan.

Kedelapan, posisinya sebagai anggota DPD RI dinilai membuka ruang advokasi lebih luas bagi kepentingan daerah. Ia disebut dapat menjadi jembatan antara aspirasi lokal dan kebijakan nasional.

Kesembilan, kemampuan komunikasi lintas organisasi dinilai memperkuat sinergi antaralumni, termasuk dengan kelompok Cipayung lainnya. Sementara poin kesepuluh menegaskan karakter Lia yang responsif terhadap isu-isu sosial di masyarakat.

Dalam sejumlah kesempatan, Lia Istifhama juga menunjukkan sikap konsisten terhadap isu publik. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tetap berpihak pada kualitas pendidikan.

“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena lebih efektif dan mampu menjaga kualitas interaksi,” ujar Lia.

Ia menambahkan, “Banyak aspek, seperti praktikum dan pembentukan karakter, yang tidak bisa tergantikan oleh pembelajaran jarak jauh.”

Pernyataan tersebut dinilai memperkuat citra Lia sebagai figur yang tidak hanya aktif di ranah organisasi, tetapi juga responsif terhadap persoalan substansial di masyarakat.

Secara keseluruhan, kehadiran Lia Istifhama di IKA-PMII dinilai menjadi simbol penguatan arah gerakan alumni yang lebih inklusif dan berdampak. Kombinasi antara legitimasi publik, jejaring luas, dan sensitivitas terhadap isu rakyat menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan.

Dengan dinamika tersebut, IKA-PMII berada pada momentum strategis untuk memperluas peran, tidak hanya sebagai wadah alumni, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Baihaki Sirajt Ungkap Alasan Lia Istifhama Dinilai Positif di Jawa Timur
LP2B Jatim Capai 87,34 Persen, Khofifah Dorong Sinkronisasi Lahan Pertanian dan Industrialisasi
Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan
Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan
Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan
Sosialisasi Empat Pilar di Probolinggo, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Pemuda Aktif Kawal Regulasi
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:17

Baihaki Sirajt Ungkap Alasan Lia Istifhama Dinilai Positif di Jawa Timur

Selasa, 15 September 2026 - 18:30

LP2B Jatim Capai 87,34 Persen, Khofifah Dorong Sinkronisasi Lahan Pertanian dan Industrialisasi

Selasa, 15 September 2026 - 16:49

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan

Selasa, 15 September 2026 - 16:04

Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan

Selasa, 15 September 2026 - 15:32

Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan

Berita Terbaru