PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Sebulan setelah diresmikan, permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan menunjukkan tren peningkatan signifikan. Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah pemohon terus bertambah setiap hari, bahkan melampaui rata-rata pada masa awal operasional kantor tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Pasuruan, Chairul Huda Ahmad, menjelaskan bahwa peningkatan ini dipicu oleh kebijakan layanan paspor yang bersifat nasional. Artinya, masyarakat dapat mengurus paspor di kantor imigrasi mana pun di Indonesia tanpa harus sesuai domisili KTP.
“Karena mengurus paspor bisa di semua kantor imigrasi. Jadi kalau dari Jakarta ingin mengurus di Kantor Imigrasi Pasuruan, itu diperbolehkan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2026).
Ia mengungkapkan, pada hari-hari awal pasca peresmian, jumlah pemohon masih relatif sedikit, yakni sekitar 10–15 orang per hari. Namun dalam kurun waktu satu bulan, angka tersebut meningkat tajam seiring tersebarnya informasi mengenai kemudahan akses dan kecepatan layanan di Pasuruan.
Menurut Huda, tidak hanya warga Kabupaten dan Kota Pasuruan yang memanfaatkan layanan ini. Sejumlah pemohon juga datang dari luar daerah seperti Surabaya hingga Jakarta. Faktor antrean yang relatif singkat dan kepastian waktu penerbitan paspor menjadi daya tarik tersendiri.
“Kami pastikan empat hari kerja paspor sudah selesai. Itu yang mungkin menjadi pertimbangan masyarakat,” jelasnya.
Terkait isu konflik di Timur Tengah yang sempat menjadi perhatian publik, Huda memastikan tidak ada lonjakan khusus yang dipengaruhi kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengurusan paspor tidak terbatas untuk tujuan ke Timur Tengah, melainkan berbagai negara di dunia, baik untuk kepentingan wisata, pendidikan, maupun pekerjaan.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi keamanan negara tujuan sebelum bepergian ke luar negeri. “Perhatikan situasi terkini negara yang dituju, pastikan aman dan tidak sedang terjadi konflik,” tegasnya.
Salah satu pemohon asal Surabaya, Tridesi Ariyanti, mengaku puas dengan pelayanan yang diterima. Ia menyebut prosesnya cepat dan sesuai jadwal. “Empat hari sudah jadi. Saya datang sebentar saja langsung terbit, lalu bisa kembali ke Surabaya,” ungkapnya.
Dengan tren peningkatan ini, Kantor Imigrasi Pasuruan berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan memastikan kuota harian tetap terkelola agar tidak terjadi penumpukan. Huda menegaskan, pihaknya akan terus mengoptimalkan sistem pelayanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat secara profesional dan tepat waktu.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar