Kesehatan Mental Masuk SMK3, Menaker Soroti Risiko di Tempat Kerja

Rabu, 29 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli saat peringatan Hari K3 Internasional di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli saat peringatan Hari K3 Internasional di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah mulai menggeser fokus keselamatan kerja ke arah yang lebih luas. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan kesehatan mental kini menjadi bagian penting dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), menyusul meningkatnya risiko psikososial di lingkungan kerja.

Penegasan itu disampaikan dalam peringatan Hari K3 Internasional di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kebijakan ini dinilai krusial karena tekanan kerja, jam kerja panjang, hingga konflik di tempat kerja kian berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan pekerja.

“Jika manusia adalah pusat dari keselamatan kerja, maka yang dilindungi bukan hanya fisiknya. Kesehatan mental adalah bagian yang tidak terpisahkan dari K3,” ujar Yassierli.

Data global menunjukkan urgensi persoalan ini. Organisasi Perburuhan Internasional mencatat risiko psikososial berkontribusi terhadap sekitar 840 ribu kematian per tahun, serta hilangnya 12 miliar hari kerja produktif secara global.

Di Indonesia, tantangan serupa tak kalah serius. Lebih dari 19 juta angkatan kerja mengalami gangguan mental emosional, sementara 12 juta lainnya mengalami depresi. Kelompok pekerja informal seperti buruh, sopir, dan pekerja rumah tangga menjadi yang paling rentan.

Kondisi ini mendorong pemerintah memperkuat pengawasan ketenagakerjaan. Tak hanya aspek keselamatan fisik, pengawas kini diminta menilai beban kerja, jam kerja, hingga kondisi psikologis pekerja.

Langkah ini diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat pekerja. Lingkungan kerja yang sehat secara mental diyakini mampu menekan angka kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, serta menjaga stabilitas ekonomi keluarga pekerja.

Selain pengawasan, Kementerian Ketenagakerjaan juga mengoptimalkan peran enam Balai K3 sebagai pusat edukasi dan sertifikasi. Pemerintah daerah didorong mempercepat penerapan SMK3, termasuk meningkatkan kapasitas asesor K3.

“Kami ingin memastikan setiap tempat kerja tidak hanya aman, tetapi juga sehat dan nyaman bagi pekerja,” kata Yassierli menegaskan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru